Pendidikan & Budaya

Ansor Semarang Dituntut Tak Sekadar Aktif Berorganisasi, Kader Harus Kuasai Ekonomi hingga AI

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Ansor Semarang Dituntut Tak Sekadar Aktif Berorganisasi, Kader Harus Kuasai Ekonomi hingga AI
Ansor Semarang Dituntut Tak Sekadar Aktif Berorganisasi, Kader Harus Kuasai Ekonomi hingga AI

KANARSAHABAT ID – Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang memasuki babak baru kepengurusan periode 2026–2030 dengan tantangan yang semakin kompleks. 

Kader tidak lagi cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi dan sosial keagamaan, tetapi dituntut memiliki kemampuan ekonomi, teknologi digital, kesehatan, hingga kecakapan profesional.

Pesan tersebut mengemuka dalam inaugurasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Semarang yang digelar Minggu (27/9/2026). 

Mengangkat tema “Mandiri, Berdikari, dan Gotong Royong”, agenda tersebut menjadi momentum untuk mempertegas arah gerakan Ansor menghadapi perubahan zaman.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Dr H M Shidqon Prabowo, mengatakan kader Ansor harus mampu meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

Menurutnya, kader perlu melakukan “ngaji” dalam pengertian yang lebih luas, termasuk memahami ekonomi, teknologi digital, dan kecakapan profesional.

“Ngaji ekonomi, digital, dan kecakapan profesional seperti kecakapan digital dan AI itu penting untuk masa depan kader dan organisasi,” ujar Shidqon.

Ia mengaitkan arah tersebut dengan filosofi doa selamat yang selama ini menjadi bagian dari tradisi warga Nahdlatul Ulama.

Prinsip “Salamatan fiddin”, menurut Shidqon, harus menjadi pijakan kader dalam menjaga kehidupan keagamaan sekaligus meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan di tengah perubahan sosial dan teknologi.

Sementara “Wabarokatan fil jasad” diarahkan pada penguatan pengabdian di bidang kesehatan. Ansor, kata dia, telah memiliki Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) dan memiliki misi mengembangkan klinik khitan di setiap Pimpinan Cabang.

“Waziadatan fil ilmi” menjadi pesan agar kader terus memperdalam ilmu pengetahuan. Kader Ansor didorong untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Sedangkan prinsip “Wabarokatan fi rizki” menjadi bagian yang tidak kalah penting, yakni membangun kemandirian ekonomi kader dan organisasi.

Sebagai organisasi yang membawa tagline “Khadimul Ummah”, Ansor dituntut tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial-keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi ekonomi kader.

Arah tersebut mulai terlihat di Kota Semarang. Dalam inaugurasi itu, PC GP Ansor Kota Semarang menyerahkan sekitar 14 gerobak UMKM kepada kader sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Ketua PC GP Ansor Kota Semarang Arif Rahman mengatakan, bantuan tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen agar kader dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

“Dalam rangka ke depan kader GP Ansor Kota Semarang bisa lebih mandiri secara pribadi dan mandiri di organisasi,” kata Arif.

Selain sektor UMKM, Ansor Kota Semarang juga mengembangkan program ketahanan pangan. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menggelar panen raya jagung di Kecamatan Mijen.

GP Ansor juga menebarkan sekitar 40 ribu benih ikan nila di kolam Sumurjo, Gunungpati. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Namun Arif menegaskan, program ketahanan pangan tersebut tidak boleh berhenti pada produksi.

“Tidak hanya cukup penanaman, panen, selesai, tetapi bagaimana nanti GP Ansor membuat inovasi pascapanen, produksi, pemasaran, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Untuk itu, GP Ansor Kota Semarang akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang agar hasil produksi dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk pada tahap pengolahan dan pemasaran.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai GP Ansor telah menunjukkan bahwa inaugurasi organisasi dapat disertai dengan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Tidak hanya sebuah proses untuk pelantikan saja, tetapi meneguhkan sebagai sebuah organisasi yang memberi manfaat kepada masyarakat,” ujar Agustina.

Menurut Agustina, keberadaan organisasi masyarakat di Kota Semarang perlu disinergikan dengan program pemerintah sehingga berbagai potensi yang dimiliki kader dapat memberi dampak lebih luas.

Ia menyatakan Pemkot Semarang siap berkolaborasi dengan GP Ansor selama lima tahun ke depan, termasuk dalam penguatan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Dr H M Shidqon Pranowo menekankan pentingnya kader memiliki kemampuan pelayanan sosial-keagamaan.

Prinsip “Warrahmatan indal maut” mengingatkan kader agar mampu memberikan pelayanan ketika masyarakat menghadapi kematian, termasuk mengurus dan menyalatkan jenazah.

Sedangkan “Wamagfirotan ba'dal maut” diwujudkan melalui penguatan tradisi sosial-keagamaan seperti tahlil, manaqiban, dan selawatan yang menjadi bagian dari kapital sosial warga NU.

Dengan demikian, kepengurusan PC GP Ansor Kota Semarang periode 2026–2030 membawa agenda yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga peningkatan kualitas kader.

Dari kemampuan mengelola usaha, mengembangkan ketahanan pangan, menguasai teknologi dan AI, memperdalam pendidikan, hingga memperkuat pelayanan kesehatan dan sosial-keagamaan, Ansor diarahkan untuk melahirkan kader yang mampu berdiri secara mandiri sekaligus tetap bergotong royong dan hadir untuk masyarakat

Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 15 dari 19
← 14 15 16 →