Opini

Belajar dari Alumni PMII, Prof. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., Beri Perspektif Studi Lanjut

Penulis: Muhammad Novan Heromando
Bagikan
Ilustrasi dialog bersama Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D.
Ilustrasi dialog bersama Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D.

KABARSAHABAT.ID — Merancang masa depan membutuhkan perencanaan sekaligus kesediaan belajar dari pengalaman orang lain. Hal tersebut menjadi latar belakang dialog dengan Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., Guru Besar UIN Walisongo Semarang, dalam rangka pelaksanaan tugas Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pelatihan Kader Lanjut (PKL) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Prof. Abdurrahman Mas’ud dipilih karena memiliki pengalaman dalam PMII dan perjalanan akademik di Amerika Serikat. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua PC PMII Ciputat sebelum mengembangkan karier di dunia akademik.

Dialog berlangsung dalam suasana akrab. Kesamaan almamater Madrasah Qudsiyyah Kudus serta hubungan dosen dan mahasiswa menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai pendidikan, pengembangan diri, dan perencanaan masa depan.

Salah satu hal yang dibahas ialah pilihan studi lanjut ke Australia. Dalam dialog tersebut, sejumlah pertimbangan mengemuka, mulai dari jarak yang relatif dekat dengan Indonesia, biaya hidup, hingga keberadaan perguruan tinggi bereputasi internasional.

Australia menjadi salah satu opsi yang layak ditelaah lebih lanjut, bukan keputusan final. Pilihan studi tetap perlu disesuaikan dengan program yang tersedia, peluang beasiswa, kebutuhan akademik, dan kesiapan pribadi.

Selain membahas studi lanjut, dialog juga menyinggung perjalanan pendidikan Prof. Dur di Amerika Serikat serta proses pengembangan karier akademiknya. Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi bahwa perjalanan menuju dunia akademik membutuhkan perencanaan, ketekunan, dan proses yang berkelanjutan.

Bagi kader PMII, pengalaman ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi dapat menjadi bekal untuk membangun kepemimpinan, memperluas jaringan, dan mengasah daya kritis. Namun, pengalaman berorganisasi perlu berjalan beriringan dengan kesungguhan dalam mengembangkan kapasitas keilmuan dan profesionalitas.

Dialog tersebut juga berkaitan dengan penyusunan grand design visi diri, yang diarahkan pada penguatan fondasi akademik dan profesional, studi lanjut, pengembangan riset, serta konsistensi dalam menulis dan mengajar. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kontribusi di bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, penyusunan visi diri tidak hanya menjadi upaya menetapkan target, tetapi juga proses menguji rencana melalui pengalaman dan perspektif orang lain. Masukan mengenai studi lanjut ke Australia menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menyusun tahapan yang lebih terukur.

Dialog bersama Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., membahas perjalanan akademik dan rencana studi lanjut.
Pada akhirnya, visi masa depan perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata. Bagi kader pergerakan yang ingin menekuni dunia akademik, hal itu berarti memperkuat kapasitas keilmuan, mempersiapkan studi lanjut, menjaga tradisi membaca dan menulis, serta memastikan bahwa pencapaian pribadi tetap berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Dialog dengan Prof. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., menjadi salah satu ikhtiar untuk memperjelas arah tersebut: belajar dari pengalaman alumni, membuka berbagai kemungkinan, dan menyusun langkah masa depan secara lebih terencana.

Penulis: Muhammad Novan Heromando
Editor: Tim Redaksi

Kanal terkait

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 2 dari 19
← 1 2 3 →