Hukum

Bukan Sekadar Penghargaan, Pengungkapan Pig Butchering Scam Buka Jalan Peningkatan Kompetensi Penyidik Polda Jateng

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Bukan Sekadar Penghargaan, Pengungkapan Pig Butchering Scam Buka Jalan Peningkatan Kompetensi Penyidik Polda Jateng
Bukan Sekadar Penghargaan, Pengungkapan Pig Butchering Scam Buka Jalan Peningkatan Kompetensi Penyidik Polda Jateng

KABARSAHABAT.ID – Keberhasilan Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mengungkap penipuan daring lintas negara bermodus pig butchering scam menjadi pintu masuk untuk memperkuat kemampuan penyidik menghadapi kejahatan digital. Selain menerima apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI), empat personel Ditressiber Polda Jateng mendapat undangan mengikuti pelatihan di Bali pada November 2026.

Apresiasi dan undangan pelatihan tersebut disampaikan dalam audiensi delegasi FBI bersama Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng, Rabu (14/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Acting FBI Legat Attaché for Indonesia and Timor-Leste, Son Nguyen, menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Kapolda Jateng dan Ditressiber Polda Jateng atas penanganan perkara penipuan digital yang melibatkan korban lintas negara.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus mengembangkan kemampuan penyidikan. Menurutnya, keberhasilan mengungkap suatu kasus perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas agar aparat semakin siap menghadapi pola kejahatan yang terus berubah.

“Penghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam pengungkapan perkara pig butchering scam. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,” ujar Wahyu, Kamis (15/10/2026).

Ia menjelaskan, salah satu tantangan dalam penanganan kejahatan siber adalah keterlibatan berbagai pihak yang berada di yurisdiksi berbeda. Kondisi ini membuat penyidik membutuhkan kemampuan teknis sekaligus koordinasi lintas negara untuk menelusuri jejak kejahatan dan mengidentifikasi jaringan yang terlibat.

Penguatan kompetensi, lanjutnya, mencakup penelusuran jejak digital, analisis bukti elektronik, pengungkapan jaringan pelaku, hingga penanganan transaksi keuangan digital yang berkaitan dengan tindak pidana.

Empat personel yang diundang mengikuti pelatihan di Bali diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru untuk mendukung tugas penyidikan. Materi pelatihan tersebut juga diharapkan relevan dengan penanganan penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, serta kejahatan digital yang beroperasi lintas negara.

“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat dibutuhkan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, penyalahgunaan teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara,” katanya.

Wahyu berharap ilmu yang diperoleh para personel dapat diterapkan dalam penanganan perkara di Jawa Tengah. Dengan begitu, program peningkatan kapasitas tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kerja institusi secara keseluruhan.

Sementara itu, Kapolda Jateng menyampaikan bahwa kerja sama dengan FBI merupakan bagian penting dari upaya menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks, terorganisasi, dan tidak mengenal batas negara. Kolaborasi diperlukan untuk mendukung pertukaran informasi serta memperkuat proses penegakan hukum.

Audiensi tersebut turut dihadiri Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime Rob Nelson, Resident Legat Advisor OPDAT Tomika Patterson, staf lokal OPDAT Cut Yunita, dan staf lokal FBI Legat Office Ranita Agustina. Sejumlah pejabat utama Polda Jateng juga hadir, termasuk Irwasda, Kabid Humas, Dirreskrimum, Dirres PPA PPO, dan Dirreskrimsus.

Polda Jateng berharap kemitraan dengan FBI dan OPDAT dapat terus berlanjut melalui peningkatan kemampuan personel, pertukaran informasi, koordinasi penyidikan, serta dukungan keahlian dalam menangani tindak pidana siber.

Di samping penguatan kapasitas aparat, Wahyu menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan daring. Menurutnya, perkembangan teknologi juga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi korban.

“Kejahatan siber dapat menyasar siapa saja dan menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan kemampuan penyidik, memperkuat kerja sama dengan mitra penegak hukum, serta mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan di ruang digital,” pungkasnya.


Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Kanal terkait

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 2 dari 19
← 1 2 3 →