Pendidikan & Budaya

Dari Pelosok Batang ke Panggung Politik Jawa Tengah, Abdul Hamid Bawa Tradisi Advokasi PMII ke PKB

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Abdul Hamid, Ketua F PKB DPRD Jawa Tengah
Abdul Hamid, Ketua F PKB DPRD Jawa Tengah

KABARSAHABAT ID — Jalan hidup Abdul Hamid tidak dimulai dari ruang-ruang politik yang gemerlap. Ia tumbuh dari sebuah desa di Kabupaten Batang, tepatnya Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, ketika kawasan yang kini dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) masih berupa wilayah pedesaan yang jauh dari hiruk-pikuk pembangunan.

Dari lingkungan sederhana itu, Abdul Hamid belajar bahwa perjalanan hidup tidak selalu ditentukan oleh dari mana seseorang berasal, melainkan oleh seberapa jauh ia mau belajar, berproses dan memperjuangkan sesuatu yang diyakininya bermanfaat bagi masyarakat.

Lahir pada 14 Juni 1984, Abdul Hamid merupakan putra pasangan Haji Rofi dan Wajah Hayati. Sang ayah merupakan guru agama sekaligus pernah dipercaya menjadi kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif NU di Kedawung.

Pendidikan dasarnya ditempuh di lingkungan madrasah. Setelah menyelesaikan pendidikan di MTs Darussalam Kemiri, Subah, Batang, ia melanjutkan ke madrasah aliyah.

Selepas pendidikan menengah, Abdul Hamid kemudian melanjutkan kuliah di STAIN Salatiga, yang kini menjadi UIN Salatiga. Ia mengambil program D2 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dengan konsentrasi guru wali kelas, kemudian melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana dan magister.

Namun, bagi Abdul Hamid, kampus bukan sekadar tempat memperoleh gelar akademik.

Di Salatiga, ia justru menemukan ruang yang mempertemukannya dengan dinamika masyarakat, organisasi, advokasi dan pemikiran kebijakan.

Ia aktif di sejumlah organisasi mahasiswa, mulai dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA), Pramuka hingga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Di PMII-lah kemampuan Abdul Hamid dalam membaca persoalan publik mulai terasah.

Ia tidak hanya belajar berdiskusi dan berorganisasi, tetapi juga turun langsung mendampingi masyarakat menghadapi persoalan yang mereka hadapi.

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia bersama rekan-rekannya melakukan advokasi terkait tarif dasar air. Saat itu, persoalan tarif air dinilai memberatkan masyarakat sehingga diperlukan kebijakan yang lebih sesuai dengan kemampuan warga.

Bagi Abdul Hamid, advokasi tersebut bukan sekadar pertarungan gagasan. Ada kebutuhan masyarakat yang harus diperjuangkan agar akses terhadap air tetap terjangkau.

Pengalaman lain yang memperkuat kedekatannya dengan masyarakat adalah kegiatan rutin membersihkan Kota Salatiga bersama kawan-kawan mahasiswa.

Kegiatan tersebut bahkan membuat kelompok mahasiswa itu kemudian dipandang pemerintah kota sebagai mitra dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dari aktivitas-aktivitas itulah Abdul Hamid menemukan satu bekal yang kelak sangat menentukan perjalanan politiknya: kemampuan menganalisis kebijakan.

Menurutnya, proses panjang di PMII memberikan cara berpikir untuk memahami sebuah persoalan secara lebih utuh sebelum menentukan langkah.

Ilmu itulah yang kemudian ia bawa ketika memasuki dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Perjalanan Abdul Hamid menuju politik praktis pun tidak berlangsung secara instan.

Ia mengenal lingkungan PKB melalui sosok seniornya, Fuad Hidayat, yang kala itu pernah dipercaya menjadi Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah dan kemudian berkiprah di Badan Karantina Nasional.

Hubungan tersebut awalnya jauh dari kesan politik formal.

Abdul Hamid mengaku mengawali kedekatannya dengan membantu berbagai keperluan sederhana. Mulai dari mencuci mobil, membeli sarapan hingga mengikuti berbagai kegiatan.

Dari kedekatan sebagai junior dan senior itulah pintu untuk mengenal struktur dan dinamika PKB semakin terbuka.

Ia mulai mengikuti berbagai kegiatan partai, memahami mekanisme organisasi dan perlahan menyelami politik secara lebih serius.

Proses panjang tersebut kemudian membawanya masuk ke dalam struktur PKB hingga akhirnya terjun dalam kontestasi politik.

Bagi Abdul Hamid, pengalaman berorganisasi di PMII menjadi bekal penting ketika ia harus berhadapan dengan persoalan politik yang jauh lebih kompleks.

Ia membawa pola berpikir analitis yang diperolehnya sejak menjadi aktivis mahasiswa ke dalam pekerjaannya sebagai politisi.

"Pemikiran di PMII yang paling hebat dan saya manfaatkan hingga saat ini adalah ilmu analisa kebijakan," ujarnya.

Kemampuan tersebut kemudian ia gunakan untuk membaca program pemerintah, mengawal kebijakan sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Salah satu bidang yang menjadi perhatian Abdul Hamid adalah pendidikan keagamaan.

Ia banyak terlibat dalam pengawalan kepentingan madrasah diniyah (Madin), taman pendidikan Al-Qur'an (TPQ), pesantren, madrasah serta kesejahteraan para guru di dalamnya.

Dalam proses memperjuangkan kebijakan, komunikasi menjadi salah satu kunci yang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari kerja politik.

Ia mencontohkan bagaimana komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat menghasilkan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk dalam upaya memperjuangkan insentif bagi guru Madin, TPQ dan pesantren.

Bagi Abdul Hamid, politik tidak berhenti pada bagaimana sebuah kebijakan dirancang. Yang lebih penting adalah memastikan kebijakan tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, pengalaman sebagai aktivis PMII tetap menjadi bagian penting dalam cara pandangnya ketika menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di Jawa Tengah.

Kini, ketika berada di lembaga legislatif, Abdul Hamid melihat tantangan masyarakat semakin kompleks.

Situasi ekonomi, perkembangan global, persoalan keamanan hingga berbagai perubahan internasional menurutnya ikut memberikan dampak terhadap kondisi masyarakat di daerah.

Dalam situasi tersebut, ia menilai kolaborasi antara legislatif dan pemerintah menjadi semakin penting, terutama dalam menjalankan program yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Ia menyebut penguatan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan sebagai sejumlah agenda yang perlu terus dikawal.

Salah satu program pemerintah Jawa Tengah yang mendapat perhatiannya adalah layanan kesehatan yang turun langsung ke masyarakat, termasuk layanan dokter spesialis keliling.

Program tersebut dinilai memiliki arti penting karena membawa pelayanan kesehatan lebih dekat kepada warga melalui pengobatan gratis, deteksi dini, pemberian obat hingga konsultasi kesehatan.

Di sisi lain, Abdul Hamid tetap membawa perhatian besarnya terhadap pendidikan keagamaan.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.

Karena itu, perhatian terhadap Madin, TPQ, pesantren, MI, MTs, MA dan berbagai bentuk pendidikan keagamaan lainnya harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan para gurunya.

Perjalanan Abdul Hamid menjadi politisi muda pun pada akhirnya tidak dapat dilepaskan dari masa mudanya sebagai aktivis.

Dari sebuah desa di Batang yang dahulu masih jauh dari hiruk-pikuk pembangunan, ia menempuh perjalanan pendidikan ke Salatiga, menemukan ruang pengabdian melalui PMII, belajar membaca persoalan masyarakat, mengasah kemampuan analisis kebijakan, kemudian membawa pengalaman itu ke dalam dunia politik melalui PKB.

Jika dahulu ia turun ke jalan bersama kawan-kawan mahasiswa untuk mengadvokasi tarif air dan membersihkan kota, kini ruang pengabdiannya berada di panggung kebijakan.

Namun, benang merahnya tetap sama: bagaimana membaca persoalan, membangun komunikasi dan mengubah gagasan menjadi kebijakan yang dirasakan masyarakat.

Bagi Abdul Hamid, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa politik dapat tumbuh dari proses panjang pengabdian. Bukan sekadar tentang jabatan, melainkan tentang bagaimana pengalaman di masa lalu menjadi bekal untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di masa kini.

Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 16 dari 19
← 15 16 17 →