Pendidikan & Budaya

Enam Satkorcab Ikuti Fit and Proper Test, Banser Jateng Uji Kesiapan Calon Komandan

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Enam Satkorcab Ikuti Fit and Proper Test, Banser Jateng Uji Kesiapan Calon Komandan
Enam Satkorcab Ikuti Fit and Proper Test, Banser Jateng Uji Kesiapan Calon Komandan

KABARSAHABAT ID – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari enam kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengirimkan kader terbaiknya untuk mengikuti fit and proper test (FPT) calon Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengukur kesiapan mental, wawasan, kemampuan teknis, serta kepemimpinan calon komandan Banser di tingkat kabupaten dan kota.

Wakil Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Wakasatkorwil) Banser Jawa Tengah, Ferry Baihaki, mengatakan, pelaksanaan FPT dirancang untuk memastikan calon Kasatkorcab memiliki kapasitas yang dibutuhkan dalam memimpin organisasi, memahami garis komando, serta menyusun strategi pengembangan Banser di wilayah masing-masing.

Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Pondok Pesantren Tahfidz Al Ihsan Awwal, Koripon, Desa Klopo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Enam Satkorcab yang mengikuti proses seleksi tersebut berasal dari Boyolali, Kota Salatiga, Pati, Purworejo, Kabupaten Tegal, dan Kota Semarang. Masing-masing Pimpinan Cabang GP Ansor mengirimkan tiga personel untuk mengikuti tahapan seleksi calon Kasatkorcab.

Salah satu peserta diketahui merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten. 

Keikutsertaan peserta dari berbagai latar belakang tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi memberi perhatian pada kapasitas kader untuk menjalankan tanggung jawab organisasi, terutama dalam kepemimpinan dan pengelolaan satuan Banser di tingkat cabang.

Menurut Ferry Baihaki, FPT tidak sekadar menjadi tahapan formal dalam menentukan calon pemimpin. Proses ini juga menjadi sarana untuk melihat sejauh mana para kandidat memahami nilai-nilai organisasi, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjalankan tugas sesuai mekanisme dan garis komando Banser.

Melalui seleksi tersebut, calon Kasatkorcab diharapkan memiliki kesiapan untuk menghadapi tantangan organisasi sekaligus membangun koordinasi yang efektif dengan berbagai unsur, baik di internal GP Ansor maupun dengan pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Satu Tekad, Satu Tujuan, dan Satu Komando”. 

Tema tersebut menekankan pentingnya kesamaan arah gerak, konsistensi dalam menjalankan tugas, serta kepatuhan terhadap mekanisme organisasi bagi setiap calon pemimpin Banser.

Dalam struktur organisasi yang memiliki sistem komando, seorang Kasatkorcab dituntut tidak hanya mampu menggerakkan personel, tetapi juga memahami tanggung jawab kepemimpinan, mengambil keputusan secara tepat, dan menerjemahkan kebijakan organisasi ke dalam program kerja yang terukur.

Karena itu, materi seleksi disusun untuk menguji sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan tugas calon Kasatkorcab, mulai dari pemahaman keagamaan hingga kemampuan membangun jaringan dan mengembangkan organisasi.

Tahapan FPT diawali dengan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah calon peserta minimal telah lulus kaderisasi Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) atau Susbalan.

Persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan calon pemimpin telah memiliki bekal kaderisasi sebelum mengikuti proses pengujian lebih lanjut. Setelah pemeriksaan administrasi, peserta menjalani tes tertulis dan dilanjutkan dengan wawancara.

Pada tahap wawancara, terdapat tujuh bidang utama yang menjadi perhatian tim penguji. 

Pertama, pemahaman mengenai ritual Islam Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah. Aspek ini berkaitan dengan landasan keagamaan yang menjadi bagian dari identitas dan nilai organisasi.

Kedua, wawasan kebangsaan, keindonesiaan, dan ke-NU-an. Pemahaman tersebut diperlukan agar calon Kasatkorcab memiliki perspektif yang utuh mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara serta posisi organisasi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Ketiga, pengetahuan tentang kebanseran dan garis komando. Materi ini menjadi salah satu unsur penting karena calon Kasatkorcab nantinya bertanggung jawab mengoordinasikan satuan di tingkat cabang. 

Pemahaman terhadap aturan, mekanisme organisasi, dan rantai komando diperlukan untuk menjaga keteraturan dalam pelaksanaan tugas.

Keempat, kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Calon komandan diuji dalam memahami tanggung jawab seorang pemimpin, termasuk menentukan langkah ketika menghadapi persoalan organisasi maupun situasi yang membutuhkan keputusan cepat dan terukur.

Kelima, penyusunan rencana kerja dan strategi pengembangan Banser. Aspek ini diarahkan untuk melihat kemampuan kandidat dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah, memperkuat kualitas kader, serta memastikan kegiatan organisasi berjalan secara berkelanjutan.

Keenam, analisis pemangku kepentingan atau stakeholder dan pengembangan jaringan. Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung pelaksanaan program organisasi.

Ketujuh, pengetahuan kewilayahan. Calon Kasatkorcab perlu memahami karakteristik daerah yang akan menjadi wilayah tanggung jawabnya, termasuk kondisi sosial masyarakat, kebutuhan organisasi, serta peluang pengembangan kegiatan Banser di tingkat kabupaten atau kota.

Rangkaian materi tersebut menempatkan kepemimpinan sebagai kemampuan yang harus ditopang oleh pengetahuan, pengalaman kaderisasi, pemahaman organisasi, dan kemampuan merancang program. 

Dengan demikian, proses seleksi tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kesiapan kandidat menjalankan tanggung jawab sebagai komandan di wilayahnya.

Setelah seluruh tahapan FPT dilaksanakan, hasil seleksi akan disampaikan kepada ketua PC GP Ansor masing-masing daerah. Hasil tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan bagi ketua cabang dalam menentukan pilihan Kasatkorcab.

Mekanisme tersebut menempatkan hasil pengujian sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam proses penentuan calon pemimpin satuan di tingkat cabang. 

Melalui tahapan yang mencakup administrasi, tes tertulis, dan wawancara, setiap kandidat memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kapasitas serta pemahamannya terhadap tugas dan tanggung jawab organisasi.

Pelaksanaan FPT di Magelang ini menjadi bagian dari proses penyiapan kepemimpinan Banser di enam kabupaten dan kota di Jawa Tengah. 

Dengan mengusung semangat satu tekad, satu tujuan, dan satu komando, proses seleksi diarahkan untuk memastikan calon Kasatkorcab memahami nilai dasar organisasi sekaligus memiliki kemampuan kepemimpinan dan perencanaan yang dibutuhkan dalam menggerakkan Banser di daerah masing-masing.

Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 12 dari 19
← 11 12 13 →