KABARSAHABAT.ID — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-56 di Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Kaligawe, Semarang, Jumat–Ahad (18–20 September 2026).
Mengusung tema “Mewujudkan Kader Mu’takid yang Aktif Bergerak, Kritis Bernalar, serta Tangguh dalam Perjuangan”, kegiatan ini menjadi ruang awal kader untuk memahami nilai-nilai perjuangan PMII sekaligus membangun kepekaan terhadap persoalan sosial.
Penguatan ideologi dan karakter menjadi fokus utama dalam rangkaian MAPABA. Peserta mendapatkan materi gender, ke-Aswajaan, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), serta Studium General bertajuk “Antropologi Kampus”.
Studium General menghadirkan Dr. Abdul Ghoni, M.Ag. dan Ibnu Fikri, M.S., Ph.D. sebagai pemateri dengan Sahabat Hamdi sebagai moderator.
Selain penguatan wawasan, proses kaderisasi juga menekankan solidaritas dan kekeluargaan. Hal tersebut diwujudkan melalui diskusi kelompok, aktivitas bersama, hingga pentas seni yang melibatkan Lembaga Teater Soko Bumi PMII Rayon Dakwah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan renungan malam dan pembaiatan sebagai bagian dari proses penerimaan anggota baru.
Ketua Pelaksana MAPABA ke-56, Andi Muhammad Sabiq Fajri, mengatakan kaderisasi diharapkan mampu melahirkan anggota yang memiliki kemantapan ideologi sekaligus kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Kami ingin menjadikan para kader mu’taqid ini sebagai pribadi yang mantap secara ideologi dan peka terhadap isu sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan suasana yang aman dan nyaman agar nilai kekeluargaan dapat tumbuh selama proses kaderisasi.
Sementara itu, Muhammad Gilang Wicaksono yang terpilih sebagai Ketua Angkatan MAPABA (ALMAPABA) berharap anggota angkatan 2026 dapat terus berproses dan berjuang bersama setelah kegiatan berakhir.
Ketua Rayon PMII Rayon Dakwah Komisariat UIN Walisongo Semarang, Achmad Nur Fadilah, juga berharap kader angkatan 2026 mampu menjadi pribadi yang berintegritas, loyal terhadap organisasi, serta peduli terhadap masyarakat.
“Harapan saya, kader angkatan 2026 tidak hanya menjadi penerus organisasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui MAPABA ke-56, kader angkatan 2026 diharapkan tidak berhenti pada pemahaman ideologi, tetapi mampu menerjemahkan nilai-nilai PMII dalam sikap kritis, solidaritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.