KABARSAHABAT.ID – Beredarnya pamflet Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di media sosial pada Jumat (5/11/2026) memicu perhatian publik.
Pamflet yang mengusung slogan “Selamatkan Partai Golkar dari Gank Solo” itu mencantumkan nama Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai calon ketua umum.
Namun, kabar mengenai agenda Munaslub tersebut langsung mendapat bantahan dari jajaran petinggi Partai Golkar.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa isu penyelenggaraan Munaslub belum terkonfirmasi kebenarannya dan tidak memiliki dasar yang jelas.
Pamflet yang beredar luas tersebut memuat ajakan untuk menyukseskan Munaslub Partai Golkar yang diklaim akan berlangsung di Hotel Mercure Convention Center, Ancol, pada 29 November 2026.
Dalam materi tersebut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung ditampilkan sebagai figur yang diusulkan untuk menduduki posisi ketua umum. Sementara itu, slogan yang digunakan memunculkan spekulasi mengenai dinamika internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi yang membenarkan agenda Munaslub sebagaimana tercantum dalam pamflet. Sarmuji bersama jajaran DPP Partai Golkar justru menegaskan bahwa informasi tersebut tidak berdasar.
Bantahan itu sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Golkar. Isu Munaslub sebelumnya juga menjadi perhatian setelah muncul berbagai rumor terkait dinamika politik internal partai.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, turut menepis kabar mengenai upaya pelengseran dirinya. Bahlil menegaskan bahwa kondisi internal Partai Golkar tetap berjalan normal dan tidak seperti yang digambarkan dalam isu yang beredar.
Munculnya pamflet Munaslub tersebut juga beriringan dengan spekulasi politik lain, termasuk rumor mengenai dugaan keterlibatan pengurus partai dalam isu penyadapan. Namun, kabar tersebut turut dibantah secara resmi oleh pihak Partai Golkar.
Dengan adanya bantahan dari jajaran pimpinan partai, informasi mengenai Munaslub Golkar yang mencatut nama Ahmad Doli Kurnia Tanjung masih sebatas isu yang beredar di ruang digital. Publik pun diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum memiliki konfirmasi resmi.
Hingga saat ini, Partai Golkar menegaskan bahwa tidak ada dasar yang membenarkan kabar mengenai agenda Munaslub maupun isu pelengseran ketua umum yang ramai diperbincangkan di media sosial.