Cerpen

PWNU Jateng Menantang Guru dan Ustaz Menulis Gagasan untuk Indonesia Emas, Segera Daftar dan Kirim Tulisan di Link Berikut

Penulis: Mushonifin
Bagikan
PWNU Jateng Menantang Guru dan Ustaz Menulis Gagasan untuk Indonesia Emas, Segera Daftar dan Kirim Tulisan di Link Berikut
PWNU Jateng Menantang Guru dan Ustaz Menulis Gagasan untuk Indonesia Emas, Segera Daftar dan Kirim Tulisan di Link Berikut

KABARSAHABAT ID - Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar Lomba Esai Hari Santri (HSN) 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini. Link pendaftaran sebagai berikut, https://forms.gle/pYVTiUiPXoAF47Zx9

Kegiatan tersebut diselenggarakan PWNU Jawa Tengah bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam), Rabithah Ma'ahid Islamiyyah (RMI), serta LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah.

Lomba mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dengan tajuk “Membaca Zaman, Menulis Gagasan, Menguatkan Indonesia.”

Perwakilan RMI PWNU Jawa Tengah, Muhammad Zulfa, mengatakan lomba esai tersebut menjadi ruang bagi para guru dan ustaz untuk menyampaikan gagasan sekaligus merefleksikan berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Lomba ini menjadi ruang bagi para ustaz dan guru untuk menuangkan gagasan, membaca perubahan zaman, sekaligus menyumbangkan perspektif pesantren bagi masa depan Indonesia,” kata Muhammad Zulfa, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, tradisi menulis perlu terus diperkuat di lingkungan pendidikan pesantren dan sekolah Ma'arif. Tulisan tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pemikiran, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kontribusi kalangan pendidik dalam merespons persoalan bangsa.

Melalui lomba tersebut, PWNU Jawa Tengah ingin mendorong lahirnya gagasan-gagasan dari para guru dan ustaz yang berangkat dari pengalaman mereka dalam mendampingi generasi muda.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat posisi santri dan pendidikan pesantren di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, tantangan pendidikan, hingga kebutuhan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas.

“Semangatnya adalah membaca zaman, menulis gagasan dan menguatkan Indonesia melalui tulisan,” ujar Zulfa.

Lomba esai ini secara khusus diperuntukkan bagi Guru Sekolah Ma'arif dan Ustaz Pondok Pesantren di Jawa Tengah. Peserta diwajibkan menulis esai sebanyak 700 hingga 1.000 kata dengan tetap mengacu pada tema yang telah ditentukan panitia.

Karya yang dikirimkan harus merupakan karya asli dan belum pernah digunakan untuk mengikuti lomba lain. Peserta juga diwajibkan mengirimkan karya dalam format PDF.

Panitia memberikan perhatian terhadap orisinalitas karya. Plagiasi maupun penggunaan AI yang tidak sesuai dengan ketentuan lomba dapat berujung pada diskualifikasi.

“Karena ini merupakan ruang untuk menyampaikan gagasan, karya yang dikirim harus benar-benar orisinal dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan,” jelas Zulfa.

Untuk memberikan apresiasi kepada peserta, panitia menyediakan hadiah bagi lima karya terbaik. Masing-masing pemenang akan memperoleh uang tunai sebesar Rp1 juta.

Adapun batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 10 Oktober 2026. Setelah seluruh karya terkumpul, proses penjurian akan berlangsung pada 11-17 Oktober 2026.

Sementara pengumuman pemenang dijadwalkan pada 18 Oktober 2026.

Para Guru Sekolah Ma'arif dan Ustaz Pondok Pesantren di Jawa Tengah yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti lomba dengan melakukan pendaftaran sekaligus mengirimkan karya melalui formulir resmi panitia.

Lomba Esai Hari Santri 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi menulis, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tradisi intelektual di kalangan pesantren dan sekolah Ma'arif.

Melalui tulisan, pengalaman para pendidik diharapkan dapat diolah menjadi gagasan yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus memberikan perspektif pesantren dalam membangun masa depan bangsa.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui lahirnya gagasan dan karya intelektual dari lingkungan pesantren dan pendidikan Nahdlatul Ulama.

“Mari membaca zaman, menulis gagasan, dan menguatkan Indonesia melalui tulisan,” demikian ajakan RMI PWNU Jawa Tengah dalam penyelenggaraan Lomba Esai Hari Santri 2026.






Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Kanal terkait

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 3 dari 19
← 2 3 4 →