KABARSAHABAT.ID - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2031. Rezza Arief Budy Artha, MBA dipercaya memimpin Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan.
Pelantikan kepengurusan tersebut berlangsung di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026), dan menjadi bagian dari agenda penguatan ekonomi syariah Jawa Tengah.
Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Rosan P. Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat MES, serta Ferry Juliantono, Menteri Koperasi Republik Indonesia yang juga menjabat Ketua Harian PP MES.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir dalam agenda pelantikan tersebut.
Kehadiran jajaran pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Rezza Bawa Agenda Ekonomi Syariah hingga RPJMD 2027
Dalam sambutannya, Rezza Arief Budy Artha menegaskan bahwa MES Jawa Tengah periode 2026–2031 tidak hanya akan berfokus pada penguatan kelembagaan, tetapi juga mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah.
MES Jateng, kata Rezza, akan membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengawal arah pembangunan ekonomi daerah, termasuk agenda yang berkaitan dengan ekonomi syariah serta pariwisata berkelanjutan dan ramah muslim.
Arah tersebut sejalan dengan rencana pembangunan Jawa Tengah pada 2027 yang turut menempatkan pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan sebagai salah satu agenda yang akan dikembangkan.
“MES Jateng mengusung tema ekonomi syariah yang inklusif, progresif, dan inovatif. Kolaborasi akan dibuka seluas-luasnya untuk memperbesar kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian Jawa Tengah,” ujar Rezza.
Menurutnya, ekonomi syariah tidak boleh berhenti pada sektor keuangan. Ekosistemnya harus diperluas ke sektor riil, koperasi, UMKM, industri halal, pesantren, perdagangan, pariwisata, ekonomi digital, hingga ekspor.
Lima Program Unggulan Disiapkan
Dalam kepengurusan baru, Rezza juga memaparkan sejumlah program unggulan yang akan menjadi bagian dari agenda MES Jawa Tengah selama periode 2026–2031.
Salah satunya adalah Koperasi Ekspor Merah Putih. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi dan pelaku usaha sekaligus membuka akses produk-produk Jawa Tengah menuju pasar ekspor.
“Kenapa kita bicara tentang Koperasi Ekspor? Karena ini juga terkait dengan rencana atau RPJMD Jawa Tengah yang di tahun 2027 nanti adalah akan salah satunya mendorong ekonomi syariah,” kata Rezza.
Selain itu, MES Jateng menyiapkan Halal Choice, program yang diarahkan untuk memperkuat kesadaran dan ekosistem produk halal.
Ada pula SAN-RISE, program pelatihan yang menggabungkan pengembangan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dengan pengetahuan bisnis. Program tersebut diarahkan terutama untuk menjawab kebutuhan generasi muda dan pelaku usaha di tengah perubahan ekonomi digital.
Program lainnya adalah PesantrenQu, yang membawa agenda penguatan ekonomi digital pesantren.
Melalui program tersebut, pesantren didorong untuk memiliki kapasitas ekonomi yang lebih produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Sementara itu, MES Jateng juga membawa gagasan Kawasan Khusus Ekonomi Syariah sebagai salah satu upaya membangun ekosistem industri halal yang lebih terintegrasi.
Pengembangan kawasan industri halal sendiri tengah menjadi perhatian Pemprov Jawa Tengah bersama MES, KDEKS dan para pegiat ekonomi syariah. Pemerintah daerah melihat kawasan tersebut sebagai salah satu peluang untuk menarik investasi dan industri dari luar Jawa Tengah.
Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir dalam pelantikan turut memberikan dukungan terhadap agenda pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan MES dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan program ekonomi syariah dapat terhubung dengan agenda pembangunan Jawa Tengah.
Kehadiran Gubernur dalam pelantikan juga memperlihatkan ruang kolaborasi antara pemerintah dan organisasi yang bergerak dalam pengembangan ekonomi syariah.
Bagi MES Jateng, dukungan pemerintah menjadi penting karena pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, koperasi, UMKM, pesantren, perguruan tinggi hingga generasi muda.
Rosan: MES Harus Melihat Potensi Global
Sementara itu, Ketua Umum PP MES Rosan P. Roeslani menekankan pentingnya melihat perkembangan ekonomi syariah tidak hanya dalam perspektif daerah dan nasional, tetapi juga potensi di tingkat global.
Rosan yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM melihat pengembangan ekonomi syariah memiliki peluang untuk terhubung dengan investasi, industri halal, perdagangan dan pasar internasional.
Karena itu, MES ke depan dituntut tidak hanya memperkuat ekosistem di dalam negeri, tetapi juga mampu menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan jejaring global.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Jawa Tengah yang memiliki basis industri, UMKM, pesantren, produk halal, ekonomi kreatif dan potensi ekspor yang cukup beragam.
Bagi Rezza, agenda tersebut menjadi bagian dari visi lima tahun kepengurusan MES Jateng.
Ia menilai Jawa Tengah memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ekonomi syariah, terutama dengan melibatkan generasi muda.
“Semua masyarakat Jawa Tengah, siapa pun Anda, apa pun background-nya, apa pun latar belakangnya, mari sama-sama berkolaborasi mengembangkan ekonomi di Jawa Tengah,” ujar Rezza.
Dari Jawa Tengah untuk Pasar Dunia
Pelantikan MES Jateng periode 2026–2031 tidak hanya menandai pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi awal dari agenda baru pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.
Dari penguatan koperasi ekspor, industri halal, digitalisasi pesantren, pemanfaatan AI, hingga pengembangan kawasan ekonomi syariah, MES Jateng ingin membawa ekonomi syariah lebih dekat dengan sektor riil dan kebutuhan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan jejaring MES nasional, Rezza Arief Budy Artha membawa kepengurusan baru MES Jateng pada satu agenda besar: memperkuat ekonomi syariah dari Jawa Tengah, membuka akses pasar yang lebih luas, dan mendorong potensi ekonomi daerah menuju panggung global.
Rezza Artha Pimpin MES Jateng 2026–2031, Bawa Ekonomi Syariah Jawa Tengah Menuju Pasar Global
Kanal terkait
Mungkin Anda Melewatkan Ini
Dari Korban Penyiksaan Belanda hingga Perintis Unissula, Jejak Perjuangan HM Sulchan di Semarang
Ketika Mahasiswa Ingin Besar Tanpa Pernah Belajar Menjadi Besar
Ketika Setetes Air yang Dibawa Ansor-Banser Menjaga Harapan Anak-Anak di Tengah Kemarau Bawen
Seru dan Edukatif, Festival Tring Ramaikan Mall Paragon Solo
Komentar
0 KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!