Politik

Suyono Bongkar Pekerjaan Rumah PPP Jelang Pemilu 2029, Suara Caleg Harus Sejalan dengan Kebesaran Partai

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Suyono Bongkar Pekerjaan Rumah PPP Jelang Pemilu 2029, Suara Caleg Harus Sejalan dengan Kebesaran Partai
Suyono Bongkar Pekerjaan Rumah PPP Jelang Pemilu 2029, Suara Caleg Harus Sejalan dengan Kebesaran Partai

KABARSAHABAT.ID – Ketergantungan pada kekuatan figur calon legislatif (caleg) dinilai belum cukup untuk mengangkat elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Penguatan suara partai harus menjadi orientasi utama perjuangan kader agar popularitas individu tidak berjalan sendiri tanpa memberikan dampak terhadap perolehan kursi legislatif.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Suyono, saat memberikan arahan dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP Kota Semarang di Astina Ballroom Hotel Grasia, Sabtu (31/10/2026) siang.

Ia menilai hasil Pemilu 2024 memberikan pelajaran penting bagi PPP Kota Semarang. Meskipun sejumlah caleg mampu memperoleh suara cukup baik, kondisi itu belum sepenuhnya mendongkrak perolehan suara partai.

Karena itu, Suyono meminta seluruh kader mengubah pola perjuangan politik. Penguatan organisasi dan sosialisasi identitas partai harus ditempatkan sebagai agenda bersama, bukan sekadar menjadi tanggung jawab masing-masing caleg.

"Ya, ini harus menjadi pelajaran kita bersama, bahwa perjuangan kita itu jangan sampai ke arah individu, tapi perjuangan partai," ujarnya.

Menurut Suyono, terdapat tiga strategi yang perlu diperkuat untuk meningkatkan perolehan suara PPP. Pertama, melakukan konsolidasi organisasi secara terus-menerus. Kedua, menggerakkan kader turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi. Ketiga, menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menekankan bahwa kader harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang berkelanjutan. Dengan begitu, keberadaan PPP tidak hanya dikenal saat menjelang pemilu, tetapi juga dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu hal yang harus terus dilakukan adalah memperkenalkan lambang Ka'bah sebagai identitas PPP kepada masyarakat. Suyono menginginkan seluruh kader memiliki kesadaran yang sama untuk mengajak masyarakat memilih partai.

"Sudah sosialisasikan itu terus-menerus. Nanti urusan calon mencari suara terbanyak itu sudah tahu sendiri cara mencari suara. Tapi kader itu harus benar-benar bicara tentang pilih gambar Ka'bah," tegasnya.

Target Enam Kursi, Satu Dapil Satu Wakil

Untuk memperkuat posisi PPP di Kota Semarang, Suyono memasang target perolehan satu kursi DPRD di setiap daerah pemilihan (dapil). Dengan enam dapil, partai tersebut diharapkan mampu mengamankan enam kursi pada pemilu mendatang.

Ia mengapresiasi langkah Ketua DPC PPP Kota Semarang, dr. Muhammad Hayyi Wildani, yang mulai melakukan pembenahan organisasi dan memperluas perekrutan kader hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari terobosan yang diperlukan untuk membangun kembali kekuatan politik PPP di Kota Semarang.

"Saya pesan justru terima kasih artinya Ketua DPC melakukan apa yang saya inginkan untuk melakukan terobosan-terobosan baru agar PPP Kota Semarang khususnya bisa setiap dapil satu kursi," katanya.

Suyono mengakui target enam kursi tersebut membutuhkan kerja keras. Persaingan antarpartai semakin ketat, sementara perkembangan politik modern membuat pola pendekatan terhadap pemilih juga mengalami perubahan.

Ia mengingatkan PPP agar tidak terjebak dalam pola kerja konvensional. Partai harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, budaya dan karakter pemilih, terutama generasi muda.

"Tidak mudah, tapi keadaan itu harus dilawan. Kalau kita tidak melawan, ini dunia yang modern, kita tidak mengikuti gaya partai-partai yang muncul di dunia modern, ya kita akan tergerus," ungkapnya.

Tak Cukup Mengandalkan Basis Santri

Di sisi lain, Suyono meminta PPP memperluas jangkauan perekrutan kader. Menurutnya, partai tidak boleh hanya mengandalkan kelompok masyarakat yang selama ini dikenal sebagai basis tradisional PPP.

Seluruh lapisan masyarakat harus menjadi bagian dari sasaran komunikasi dan perekrutan, tanpa membedakan latar belakang maupun lingkungan sosial.

"Ruang berpici, tidak berpici, santri, tidak santri, orang jalanan, semua itu kita harus kejar," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperbesar jumlah anggota dan simpatisan. Sebab, kekuatan partai dalam kontestasi pemilu tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengurus, tetapi juga luasnya jaringan dukungan.

"PPP butuh kuantiti, bukan kualitas. Kualitas itu pengurusnya harus berkualitas, tapi kuantiti itu penting karena yang kita butuhkan adalah jumlah kursi, maka harus punya jumlah suara yang baik," jelasnya.

Regenerasi Tanpa Meninggalkan Kader Senior

Suyono turut menyoroti pentingnya regenerasi sebagai upaya menyiapkan masa depan PPP. Ia mendorong pengurus di seluruh tingkatan untuk lebih aktif merekrut anak muda dan memberikan kesempatan kepada mereka terlibat dalam perjuangan partai.

Menurutnya, generasi muda dapat menjadi sumber energi baru untuk mempercepat gerak organisasi sekaligus memperluas jangkauan komunikasi politik.

"Transformasi ini transformasi energi, yaitu bagaimana merekrut anak-anak muda untuk diajak bersama-sama berjuang membangun bangsa dan negara untuk kesejahteraan masyarakat lewat partai politik," katanya.

Meski demikian, regenerasi tidak dimaksudkan untuk menghilangkan peran kader senior. Pengalaman dan kontribusi mereka tetap dibutuhkan untuk mendampingi generasi penerus.

"Senior tidak kita tinggalkan, tapi yang muda harus berguna," tandasnya.

Ia juga memastikan kader senior yang telah memperoleh jabatan di pemerintahan maupun legislatif tetap memiliki porsi dalam kepengurusan partai. Suyono menghendaki adanya sinergi antara pengurus dan kader yang berada di lembaga pemerintahan maupun legislatif.

Melalui konsolidasi, regenerasi, perluasan basis dukungan dan penguatan identitas partai, Suyono berharap PPP Kota Semarang mampu memperbaiki hasil pemilu sebelumnya. Target enam kursi DPRD pun diharapkan dapat diwujudkan melalui perjuangan kolektif, bukan hanya mengandalkan popularitas sejumlah figur caleg.


Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Kanal terkait

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 3 dari 19
← 2 3 4 →