Pendidikan & Budaya

Tak Lagi Maju di Konfercab, Anasom Dorong NU Semarang Siapkan Pemimpin Berbasis Kaderisasi

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Tak Lagi Maju di Konfercab, Anasom Dorong NU Semarang Siapkan Pemimpin Berbasis Kaderisasi
Tak Lagi Maju di Konfercab, Anasom Dorong NU Semarang Siapkan Pemimpin Berbasis Kaderisasi

KABARSAHABAT.ID – Regenerasi kepemimpinan menjadi perhatian utama menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang pada akhir November 2026. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Dr. KH. Anasom, M.Hum., menegaskan tidak akan kembali maju dalam pemilihan ketua dan berharap proses pergantian kepemimpinan mampu melahirkan figur yang siap melanjutkan pengembangan organisasi.

Bagi Anasom, keberlanjutan NU tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menduduki posisi ketua, tetapi juga kesiapan kader dalam mengemban tanggung jawab serta kemampuan pengurus menjaga program yang telah dirintis. Karena itu, ia berharap Konfercab menjadi kesempatan untuk memilih pemimpin yang memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, dan komitmen terhadap kemajuan NU.

Sejumlah nama mulai diperbincangkan menjelang forum pergantian kepemimpinan tersebut. Mereka antara lain Prof. Dr. Abdulrahman, Dr. In'amuzzahidin, Dr. Agus Fathuddin Yusuf, dan Dr. Iman Fadhilah.

Anasom menyambut positif munculnya sejumlah figur tersebut. Ia menilai, dinamika pencalonan merupakan bagian dari proses regenerasi yang perlu berjalan secara sehat dengan mengedepankan musyawarah dan pertimbangan yang matang.

Ia juga meyakini kader yang akan maju maupun diusulkan oleh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dari 16 kecamatan di Kota Semarang telah memiliki bekal untuk memimpin organisasi.

“Memang ada nama-nama yang sudah beredar, mereka pada umumnya mengawali kaderisasi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor,” ujar Anasom kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Menurut dia, pengalaman berproses melalui organisasi kader menjadi salah satu modal untuk memahami tradisi, nilai, serta tata kelola NU. Kaderisasi perlu dipertahankan agar organisasi memiliki calon pemimpin yang memahami tanggung jawabnya dan mampu meneruskan perjuangan organisasi.

PCNU Kota Semarang, lanjutnya, telah menjalankan kegiatan kaderisasi formal secara rutin. Pembinaan tersebut juga disertai sosialisasi empat pilar kebangsaan untuk memperkuat wawasan kebangsaan para kader.

“Kita sudah rutin adakan kaderisasi dan sosialisasi empat pilar sebagai penunjang wawasan kebangsaan,” paparnya.

Pengelolaan Aset Menanti Kepemimpinan Baru

Di luar persoalan suksesi, Anasom turut menyoroti sejumlah pekerjaan yang perlu dilanjutkan oleh pengurus berikutnya. Pengembangan aset organisasi, penguatan lembaga pendidikan, dan peningkatan pemanfaatan fasilitas NU menjadi bagian dari agenda yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Ia menyampaikan, masa kepengurusannya berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 3793/PB.01/A.II.01.45/99/03/2025 berakhir pada 9 September 2026. Namun, jadwal Konfercab mengalami penyesuaian menyusul percepatan pelaksanaan Muktamar NU pada akhir Agustus 2026.

“Pertama yang perlu diketahui bahwa SK PCNU habis pada awal bulan September kemarin, tapi karena ada Muktamar maka kita diminta oleh PBNU untuk mundur,” katanya.

Selama menjalankan kepengurusan, Anasom mengaku bersyukur sejumlah fasilitas dan lembaga telah dikembangkan. Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada kepengurusan saat ini, melainkan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Nahdliyin.

Salah satu yang masih membutuhkan pengembangan adalah gedung PCNU di Puspogiwang. Dalam proses renovasi dan pembangunan kembali, terdapat tambahan bidang tanah yang belum dapat dimanfaatkan karena berada di luar perencanaan awal.

“Dari sekian aset NU yang ada ini, kami tentunya berharap bisa terus berkembang. Seperti gedung PCNU di Puspogiwang ada susulan tanah saat renovasi pembangunan ulang. Ini belum bisa kita bangun karena di luar perencanaan yang kemarin,” ungkapnya.

Selain itu, kompleks Aswaja NU Center yang telah dilengkapi Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) diharapkan semakin aktif mendukung kegiatan organisasi dan pemberdayaan masyarakat. Anasom menekankan perlunya target pengembangan yang terukur agar pemanfaatan kawasan tersebut dapat berjalan lebih optimal.

Perhatian serupa juga diarahkan pada Pesantren KH. Sholeh Darat dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) NU 01 Kota Semarang. Khusus MAK NU 01, ia melihat adanya upaya untuk meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Menurut Anasom, perkembangan lembaga pendidikan dan pengelolaan aset tidak bisa hanya mengandalkan pengurus tertentu. Dukungan kolektif dari seluruh elemen NU diperlukan agar berbagai fasilitas yang dimiliki organisasi mampu memberikan hasil nyata.

“Harapannya semua itu bisa disengkuyung bareng, usahakan semaksimal mungkin kemanfaatannya bagi NU dan warga NU,” tuturnya.

Musyawarah Menentukan Arah NU Semarang

Menjelang Konfercab, Anasom menyerahkan proses penentuan pemimpin berikutnya kepada mekanisme organisasi. Ia berharap seluruh pihak dapat bermusyawarah dengan baik dan mengutamakan kepentingan NU di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Baginya, kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan program sekaligus menjawab kebutuhan organisasi pada masa mendatang. Penguatan kaderisasi, pengembangan pendidikan, serta optimalisasi aset menjadi sejumlah aspek yang perlu berjalan beriringan.

Ia kembali menegaskan tidak akan mencalonkan diri dalam Konfercab NU Kota Semarang mendatang. Keputusan itu diharapkan membuka ruang bagi kader lain untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan organisasi.

“Sudah saatnya saya tidak maju, tidak perlu lagi didorong untuk maju. Jadi Konfercab nanti saya tidak akan maju lagi, monggo silakan dirembuk dengan baik dan pilih yang terbaik,” pungkasnya.

Dengan demikian, Konfercab akhir November mendatang bukan sekadar agenda pergantian ketua, melainkan momentum menentukan arah pengembangan PCNU Kota Semarang. Tantangan berikutnya adalah memastikan proses regenerasi melahirkan pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan organisasi, memperkuat lembaga pendidikan, dan mengoptimalkan aset untuk kepentingan warga NU serta masyarakat luas.


Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 5 dari 19
← 4 5 6 →