KABARSAHABAT.ID — Kepedulian terhadap keluarga korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 kembali diwujudkan melalui pelayanan kemanusiaan. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Siaga Bencana (Bagana) Kota Semarang turut membantu proses pemulangan jenazah Rizki Ananta Agusena, warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Jenazah Rizki diantar dari Cargo Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menuju rumah duka di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Pengantaran tersebut menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan Bagana untuk memastikan jenazah dapat kembali ke tengah keluarga setelah sebelumnya menjadi korban tragedi KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Kabar kepulangan jenazah Rizki menjadi jawaban bagi keluarga setelah sebelumnya harus menunggu perkembangan pencarian korban selama berhari-hari. Rizki merupakan salah satu dari empat warga Kudus yang tercatat sebagai korban KM Virgo Transport 8.
Bagana Antar Jenazah dari Bandara Ahmad Yani
Proses pemulangan jenazah dilakukan setelah Rizki berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan.
Pada 28 September 2026, DVI menyatakan telah mengidentifikasi 41 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Dari identifikasi terbaru tersebut, nama Riski Ananta Agusena, warga Kudus berusia 23 tahun, termasuk korban yang berhasil dikenali.
Setelah proses administrasi dan pemulangan dari Kalimantan Selatan, jenazah diterbangkan menuju Semarang. Dari Bandara Jenderal Ahmad Yani, jenazah kemudian mendapat pelayanan pengantaran menuju rumah duka di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.
Di titik inilah pelayanan Banser Bagana Kota Semarang menjadi bagian dari perjalanan terakhir Rizki menuju kampung halamannya.
Pengantaran jenazah bukan sekadar perjalanan dari bandara menuju Kudus. Di balik perjalanan tersebut terdapat keluarga yang selama beberapa pekan menanti kepastian mengenai nasib anggota keluarganya.
Sebelumnya, ketika proses pencarian masih berlangsung, Rizki tercatat bersama tiga warga Kudus lainnya sebagai korban yang belum ditemukan. Pemerintah Kabupaten Kudus bahkan melakukan pemantauan terhadap perkembangan pencarian melalui koordinasi dengan tim nasional.
Empat Warga Kudus Jadi Korban
Rizki merupakan satu dari empat warga Kabupaten Kudus yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Tiga korban lainnya adalah Yusuf Fachrizal, M. Adam Assegaf, dan Kumaedi. Yusuf dan Adam merupakan kakak beradik asal Kudus, sedangkan Kumaedi berasal dari Desa Jekulo. Keempatnya diketahui berada dalam perjalanan menggunakan KM Virgo Transport 8.
Saat tragedi terjadi, keluarga mereka harus menghadapi ketidakpastian. Pada 21 September 2026, ketika pencarian masih berlangsung, Pemkab Kudus menyatakan keempat warga tersebut belum ditemukan. BPBD Kudus terus berkoordinasi dengan tim pencarian nasional untuk memperoleh informasi perkembangan operasi SAR.
Beberapa hari kemudian, proses identifikasi mulai memberikan kepastian. Nama Rizki masuk dalam daftar korban yang berhasil diidentifikasi.
Berawal dari Pelayaran Surabaya-Banjarmasin
Tragedi KM Virgo Transport 8 terjadi pada Minggu, 13 September 2026, ketika kapal dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Kapal sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Berdasarkan manifes, kapal membawa 243 orang, yang terdiri atas penumpang, kru, sopir, kernet, serta mitra kerja kapal. Kapal juga mengangkut sejumlah kendaraan.
Perjalanan yang semula berlangsung normal berubah menjadi bencana ketika kapal memasuki kawasan perairan Laut Jawa.
Menurut keterangan sejumlah korban selamat, kapal menghadapi kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kesaksian penumpang menyebut kapal kemudian mengalami kemiringan secara cepat sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Salah satu korban selamat, Haryono (58), warga Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menceritakan bagaimana situasi berubah menjadi kepanikan.
Haryono saat itu berada dalam perjalanan bersama rombongan calon pekerja perkebunan sawit menuju Kalimantan. Ia sempat tertidur sebelum terbangun dalam kondisi kapal sudah mengalami kemiringan.
Dalam situasi tersebut, Haryono berusaha menyelamatkan diri menuju liferaft. Setelah berhasil naik, dia bahkan sempat membantu sejumlah penumpang lain yang masih berada di air agar dapat mencapai perahu karet tersebut.
Kapal Terbalik dan Operasi SAR Dimulai
Kondisi KM Virgo Transport 8 semakin kritis. Kapal yang semula masih terlihat di permukaan akhirnya tenggelam di perairan Laut Jawa.
Operasi pencarian dan pertolongan kemudian melibatkan berbagai unsur. TNI AL mengerahkan sejumlah kapal perang, sementara tim penyelam melakukan pencarian hingga ke bagian dalam kapal yang telah tenggelam.
Pada 18 September 2026, tim SAR TNI AL berhasil memasuki bagian kapal yang telah berada di bawah permukaan laut. Dalam operasi tersebut, tiga jenazah berhasil dievakuasi dari dalam kapal.
Pencarian kemudian terus dilakukan. Kondisi bangkai kapal, arus laut, jarak pandang di bawah air, serta posisi kapal yang tidak stabil membuat proses evakuasi korban menjadi pekerjaan yang sangat sulit.
Hingga 28 September 2026, Reuters melaporkan jumlah korban meninggal yang telah ditemukan mencapai 71 orang, sementara 108 orang dinyatakan selamat. Pencarian masih berlangsung dan proses evakuasi korban dari bangkai kapal menghadapi berbagai kendala teknis.
Sementara itu, hingga Senin, 28 September, DVI Polda Kalimantan Selatan telah mengidentifikasi 41 jenazah dari total jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin. Sebanyak 25 jenazah telah diserahkan kepada keluarga.
Perjalanan Terakhir Rizki Menuju Margorejo
Di tengah proses panjang pencarian dan identifikasi tersebut, kepulangan jenazah Rizki menjadi momen penting bagi keluarga di Desa Margorejo.
Dari Cargo Bandara Ahmad Yani Semarang, jenazah kemudian diantar menuju rumah duka di Kecamatan Dawe. Kehadiran Banser Bagana Kota Semarang dalam proses tersebut memperlihatkan bentuk pelayanan kemanusiaan yang hadir ketika keluarga berada dalam situasi paling berat.
Bagi keluarga Rizki, perjalanan itu bukan sekadar perpindahan jenazah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan tersebut menjadi penutup dari penantian panjang sejak tragedi KM Virgo Transport 8 terjadi pada 13 September lalu.
Setelah melewati proses pencarian, evakuasi, identifikasi dan pemulangan, Rizki akhirnya dapat kembali ke rumahnya di Desa Margorejo.
Di tengah duka yang mendalam, pelayanan pengantaran jenazah oleh Bagana menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu keluarga melewati salah satu fase paling berat dalam tragedi kemanusiaan KM Virgo Transport 8.
Banser Bagana Antar Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dari Semarang ke Kudus, Duka Keluarga Akhirnya Terjawab
Kanal terkait
Mungkin Anda Melewatkan Ini
Ketika Warga Blora Menanti Bantuan Air di Tengah Kekeringan, Ansor-Banser Mewujudkannya
Kapolda Jateng Ingatkan Personel Tak Represif, Aspirasi Penolak Konser Andrea Bocelli Harus Dihormati
Pemkab Kendal Siap Bersinergi, Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU Digelar November 2026
Prof. Musahadi, Rektor Baru UIN Walisongo Semarang: Akademisi, Aktivis NU, dan Alumni PMII
Komentar
0 KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!