Sunday, 20 September 2026

MAPABA PMII Rayon Abdurrahman Wahid: Menyiapkan Kader Militan Penggerak Peradaban

Penulis: Heromando - Super Admin 17 September 2026, 00:13 WIB
Peserta dan Panitia MAPABA PMII Rayon Abdurrahman Wahid berfoto bersama usai mengikuti rangkaian kegiatan.
Peserta dan Panitia MAPABA PMII Rayon Abdurrahman Wahid berfoto bersama usai mengikuti rangkaian kegiatan.

KABARSAHABAT.ID – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid Komisariat UIN Walisongo Semarang melaksanakan pembukaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di SMK Bina Nusantara Semarang, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Angkatan, Satu Jiwa: Terbentuknya Kader Militan, Penggerak Peradaban.” Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para anggota baru untuk mengenal nilai-nilai organisasi, membangun kesadaran, serta menemukan ruang untuk belajar dan berproses.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh serta jajaran pengurus PMII.

Ketua Panitia, Afif Syaikhul Huda, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pelaksanaan masih terdapat kekurangan.

Afif berharap MAPABA menjadi awal perjalanan panjang yang melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, matang dalam berpikir, teguh dalam prinsip, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

“MAPABA bukan sekadar proses penerimaan anggota baru, tetapi merupakan pintu awal perjalanan kader untuk mengenal nilai, membangun kesadaran, serta menemukan ruang untuk belajar dan berproses,” tuturnya.

Selanjutnya, Ketua Rayon PMll Abdurrahman Wahid, Adam Ahmad Alansyah, menyampaikan bahwa setiap cita-cita dan gerakan harus diniatkan kepada Allah SWT. Ia juga berpesan agar para kader senantiasa belajar, berproses, berbakti, serta berbahagia.

“Sahabat-sahabat pada malam ketiga akan dibaiat (dilantik) menjadi anggota PMII. Masih banyak jenjang kaderisasi formal dan nonformal yang akan sahabat-sahabati lalui ke depannya. Oleh karena itu, saya berpesan: belajarlah, berproseslah, berbaktilah, serta berbahagialah,” ujarnya.

Ketua Komisariat PMII UIN Walisongo, M. Yusrul Rizanul Muna, turut menyampaikan bahwa PMII lahir dari keinginan bersama untuk membentuk wadah organisasi mahasiswa Islam yang memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

Ia berharap terdapat perbedaan positif antara mahasiswa yang bergabung dengan PMII dan yang tidak, terutama dalam hal pengembangan mental dan intelektual.

“PMII adalah ‘benda mati’, sedangkan manusianya adalah ‘benda hidup’ yang menjalankan organisasi tersebut. Jadi, para anggota baru memiliki peran penting untuk mengubah tatanan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua PC PMII Kota Semarang, M. Afiq Nur Cahya, S.E., menyampaikan pentingnya memperoleh pengalaman di luar ruang kelas. Menurutnya, ilmu dan wawasan yang diperoleh dari perkuliahan formal hanya sebagian dari proses pembelajaran mahasiswa, sementara pengalaman berorganisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan diri.

“Harapan utama dari kegiatan di Rayon Abdurrahman Wahid ini adalah agar para sahabat dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas diri menjadi generasi penerus bangsa yang teladan, apa pun peran kalian di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan IKA PMII Rayon Tarbiyah, Ahmad Sajidin, S.Pd., selaku Bendahara Umum, menyampaikan bahwa kader PMII memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi mahasiswa lain, menjaga nama baik universitas, serta menjaga marwah UIN Walisongo dan PMII melalui komitmen dan kesungguhan.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, baik akademik, olahraga, maupun bidang lainnya.

“Proses di PMII melatih mahasiswa untuk memikirkan hal-hal besar, sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana dalam bersikap,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan pembukaan MAPABA PMII Rayon Abdurrahman Wahid kemudian diakhiri dengan doa.

Kegiatan MAPABA tersebut diharapkan menjadi momentum awal bagi para anggota baru untuk mengenal nilai-nilai PMII, membangun kesadaran, serta menemukan ruang untuk belajar dan berproses dalam perjalanan kaderisasi.

Penulis: Laila Ainur Rosyidah
Editor: Tim Redaksi

Kategori Terkait:

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN UNTUKMU

TERKINI LAINNYA

Halaman 1 dari 4
1 2 3 Berikutnya →