KABARSAHABAT.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya memperluas Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) dengan menggandeng organisasi kemasyarakatan. Jaringan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendorong masyarakat membangun sumur resapan di lingkungan tempat tinggal.
Dukungan tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Jumat (6/11/2026).
Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWNA Jawa Tengah, Ranum Ester Putri Perdani, mengatakan organisasinya siap mengambil bagian dalam menyosialisasikan gerakan konservasi air tersebut. Menurutnya, jaringan Nasyiatul Aisyiyah yang tersebar hingga tingkat ranting dapat dimanfaatkan untuk memperluas edukasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat.
"Program Sopan sangat bagus. Harapannya, PWNA Jawa Tengah bisa berkolaborasi membuat sumur-sumur resapan,” ujarnya.
Ranum menilai keterlibatan organisasi masyarakat diperlukan agar program konservasi lingkungan tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran bersama. PWNA pun membuka peluang kolaborasi dalam pembangunan sumur resapan di berbagai wilayah.
Konservasi Air Dimulai dari Lingkungan Rumah
Gerakan Sopan merupakan salah satu upaya Pemprov Jateng menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama ketika memasuki musim kemarau. Program ini mendorong setiap rumah tangga berpartisipasi dalam memperkuat cadangan air tanah melalui pembangunan sumur resapan.
Taj Yasin meluncurkan gerakan tersebut pada 27 Oktober 2026 di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Dusun Gertas dipilih karena telah menerapkan konservasi air berbasis masyarakat. Sumur resapan yang dibangun sejak 2019 terbukti memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.
Pengalaman tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan serupa dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Selain persoalan lingkungan, dalam audiensi tersebut PWNA juga menyampaikan kesiapan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam program pemberdayaan perempuan dan anak.
Ranum menjelaskan, program Nasyiatul Aisyiyah diarahkan untuk membantu perempuan, ibu, anak, serta perempuan muda mengembangkan potensi diri. Kegiatan organisasi juga diupayakan memberikan manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan internal.
"Program-program NA ini sangat mendukung perempuan dan anak. Kami ingin membantu perempuan, ibu, anak, maupun perempuan muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program kami juga diharapkan bisa mendukung masyarakat luas sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah," katanya.
Melalui dukungan organisasi kemasyarakatan, Pemprov Jateng berharap Gerakan Sopan tidak berhenti pada peluncuran program, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif. Keterlibatan masyarakat hingga tingkat rumah tangga menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan air tanah dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.