Pendidikan & Budaya

Sambut Hari Pahlawan, Buku “Menyalakan Api Perlawanan” Abadikan Jejak 100 Ulama Pejuang Jawa Tengah

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Sambut Hari Pahlawan, Buku “Menyalakan Api Perlawanan” Abadikan Jejak 100 Ulama Pejuang Jawa Tengah
Sambut Hari Pahlawan, Buku “Menyalakan Api Perlawanan” Abadikan Jejak 100 Ulama Pejuang Jawa Tengah

KABARSAHABAT.ID – Momentum Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November menjadi pengingat penting bagi bangsa Indonesia untuk terus merawat ingatan sejarah dan meneladani perjuangan para pendahulu. 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerbitan buku 'Menyalakan Api Perlawanan', yang mengabadikan kiprah 100 ulama pejuang dari Jawa Tengah.

Buku yang disunting Dr M Kholidul Adib, SHI, MSI, ini merupakan bagian dari program kerja Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) Jawa Tengah. Program tersebut digagas untuk mendokumentasikan perjuangan para ulama yang turut berperan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Penyunting buku 'Menyalakan Api Perlawanan', Dr M Kholidul Adib, mengatakan gagasan penulisan biografi 100 ulama pejuang pertama kali muncul dalam rapat koordinasi PW IKA-PMII Jateng bersama PC IKA-PMII se-Jawa Tengah pada 24 April 2025 di Pendopo Bupati Blora.

“Buku ini menjadi ikhtiar untuk mendokumentasikan sejarah para ulama pejuang yang selama ini belum banyak tercatat secara utuh. Padahal, jumlah mereka sangat banyak dan memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa,” ujar Kholidul Adib, Minggu (7/11/2026).

Menurutnya, penerbitan buku ini dilakukan dalam dua tahap. Edisi pertama terbit pada Juli 2025 dengan memuat biografi 51 tokoh ulama pejuang. Sementara edisi kedua diterbitkan pada Oktober 2026 dengan menghadirkan 49 tokoh lainnya.

Penerbitan edisi kedua bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. Kehadiran buku tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan para ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Adib menjelaskan, pendokumentasian sejarah para ulama pejuang menjadi tantangan tersendiri. Banyak tokoh yang telah memberikan kontribusi besar, tetapi kisah perjuangannya belum terdokumentasikan dengan baik akibat keterbatasan sumber informasi.

Melalui buku ini, PW IKA-PMII Jawa Tengah berharap jejak perjuangan para ulama dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Tidak sekadar menjadi catatan sejarah, kisah para tokoh tersebut diharapkan mampu menghadirkan inspirasi dan keteladanan bagi masyarakat.

“Semangat perlawanan yang diwariskan para ulama tidak boleh berhenti sebagai cerita masa lalu. Generasi sekarang harus mampu meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.

Lebih jauh, buku *Menyalakan Api Perlawanan* juga diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong pengakuan negara terhadap jasa para ulama pejuang. Sejumlah tokoh yang telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dinilai layak mendapatkan perhatian lebih, termasuk melalui pengusulan sebagai pahlawan nasional.

Adib menuturkan, peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum yang tepat untuk kembali merefleksikan nilai-nilai perjuangan tersebut. Di tengah tantangan globalisasi, generasi muda perlu memiliki kesadaran sejarah agar tidak kehilangan arah dalam menjaga identitas dan keutuhan bangsa.

“Menyalakan api perlawanan berarti menjaga semangat perjuangan agar tetap hidup. Bentuk perjuangan hari ini tentu berbeda dengan masa penjajahan, tetapi nilai keberanian, pengorbanan, dan kecintaan terhadap bangsa harus tetap menyala,” tegasnya.

Buku ini ditulis secara kolaboratif oleh sejumlah penulis yang berasal dari berbagai latar belakang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun informasi, menelusuri jejak sejarah, serta menyajikan kisah perjuangan para ulama dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Adapun para penulis buku *Menyalakan Api Perlawanan* yakni:

1. M Kholidul Adib
2. H Rif’an
3. H Sarif Abdillah
4. M Husni Mushonnifin
5. H Makruf Widodo
6. H M Hendri Wicaksono
7. H Sholahuddin Aly
8. Prof H Abdurrohman Kasdi
9. Syaidun
10. Sumardi
11. H Abdul Hamid
12. Mansata Indah Maratona
13. Wakhid
14. M Dalhar
15. Mutho’am
16. Roni Andi Krisn
17. Amiruddin
18. M Najibur Rohman
19. Arif Mudakir
20. Ismail Marzuki
21. H Muh Zen Adv
22. H Mustolih
23. Arina Rohmah
24. Murniati
25. M Mahbub Zaki
26. Hj Nila Amania
27. Jiem Adib Muhammad Ied
28. Eko Wahyudi
29. Ahmad Jukari el-Faty

Melalui penerbitan buku ini, PW IKA-PMII Jawa Tengah berharap sejarah perjuangan para ulama tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat luas.

Semangat Hari Pahlawan 10 November pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajakan untuk mengenang jasa para pejuang, menghargai warisan sejarah, serta meneruskan perjuangan mereka demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Penulis: Mushonifin
Editor: Mushonifin

Komentar

1 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
M

Makruf

5 jam yang lalu

Semoga kehadira buku ini mjd momentum utk melihat sejarah ulama pejuang di Jawa Tengah di Hari Pahlawan 2026

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 5 dari 20
← 4 5 6 →