Sunday, 20 September 2026

Ansor Jateng Perkuat Gerakan Khadimul Ummah, Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

Penulis: Mushonifin 12 September 2026, 21:54 WIB

KABARSAHABAT.ID – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah memperkuat komitmen menjadikan organisasi sebagai Khadimul Ummah atau pelayan umat. 

Konsep tersebut diarahkan tidak hanya pada pengabdian sosial, tetapi juga pada penguatan peran kader dalam menghadapi perubahan teknologi dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama (NU).

Komitmen itu menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PW GP Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo, mengatakan Muskerwil menjadi forum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menentukan langkah organisasi pada sisa masa kepengurusan periode saat ini.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, di antaranya penguatan sektor ekonomi, kemandirian organisasi, arah gerakan Ansor, serta peningkatan khidmah kepada masyarakat.

“Muskerwil merupakan evaluasi sisa waktu periode kepengurusan PW Ansor Jateng periode sekarang. Banyak sekali yang akan dibahas mulai dari urusan ekonomi, kemandirian, arah organisasi, dan urusan khidmah sebagai organisasi yang berwawasan Khadimul Ummah,” ujar Shidqon.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tegal Ischaq Maulana yang telah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan Muskerwil di kawasan Guci.

“Terima kasih kepada Bupati Tegal, Ischaq Maulana yang telah memfasilitasi Muskerwil. Beliau adalah kader terbaik Ansor,” katanya.

Menurut Shidqon, tema “Khadimul Ummah: Transformasi Digital Menjaga Peradaban” harus dimaknai lebih dari sekadar slogan kegiatan. Tema tersebut perlu diwujudkan melalui gerakan konkret kader dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ansor Dinilai Jadi Pintu Strategis Kaderisasi NU

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghafar Rozin menilai GP Ansor memiliki posisi penting dalam keberlanjutan kaderisasi NU.

Gus Rozin mengatakan dirinya berupaya hadir dalam agenda PW GP Ansor karena organisasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses kaderisasi menuju NU.

“Saya selalu berusaha keras untuk datang jika diundang PW GP Ansor karena bagi saya Ansor adalah pintu terakhir kaderisasi menuju NU,” ujarnya.

Ia menilai kader Ansor perlu memperoleh ruang dan prioritas dalam perjalanan organisasi NU karena mereka telah melewati proses kaderisasi melalui organisasi kepemudaan NU.

Menurut Gus Rozin, tantangan kader saat ini bukan hanya berkaitan dengan penguatan internal organisasi. Makna Khadimul Ummah juga harus diperluas menjadi gerakan untuk menjaga marwah NU di tengah berbagai persoalan.

“Lebih penting bagaimana kita sebagai kader punya kewajiban menjaga marwah NU yang akhir-akhir ini selalu mengalami tantangan dan ujian berat. Maka Khadimul Ummah harus ditujukan untuk menjaga marwah NU,” tegasnya.

Ia menyebut GP Ansor mempunyai fungsi strategis sebagai kekuatan penyeimbang agar perjalanan NU tetap berada dalam koridor perjuangan dan nilai-nilai organisasi.

Ruang Digital Jadi Medan Perjuangan Baru

Gus Rozin menilai salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi kader Ansor saat ini berada di ruang digital.

Menurutnya, media sosial telah menjadi arena munculnya berbagai serangan, fitnah, maupun informasi yang dapat merugikan organisasi.

“Di media sosial, NU terus diserang dengan sangat jahat. Transformasi digital dalam konteks ini perlu dimaknai untuk melindungi NU dari fitnah, lalu kemudian membangun kemandirian dan kedaulatan digital,” katanya.

Karena itu, kader Ansor dinilai tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial. Mereka harus memiliki kemampuan untuk menguasai ruang digital dan menjadikannya sebagai bagian dari perjuangan organisasi.

Penguatan kapasitas digital juga dinilai dapat mendukung kemandirian organisasi, memperkuat komunikasi antarkader, sekaligus mempercepat konsolidasi.

Tak hanya itu, ruang digital diharapkan dapat digunakan untuk membangun rekonsiliasi dan meredakan ketegangan setelah pelaksanaan Muktamar NU.

“Termasuk yang perlu dilakukan melalui dunia digital adalah melakukan rekonsiliasi serta mendinginkan suasana pasca-Muktamar,” imbuh Gus Rozin.

Bupati Tegal Sambut Peserta Muskerwil

Sementara itu, Bupati Tegal Ischaq Maulana menyambut kedatangan peserta Muskerwil PW GP Ansor Jawa Tengah di kawasan wisata Guci.

Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan program strategis yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

“Selamat datang untuk peserta Muskerwil. Semoga betah di objek wisata Guci untuk melakukan pengembangan program PW GP Ansor Jawa Tengah dan juga program pimpinan cabang se-Jawa Tengah,” kata Ischaq.

Menurutnya, berkumpulnya kader Ansor dari berbagai daerah di Jawa Tengah di Guci dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi dan menyusun agenda organisasi ke depan.

Muskerwil PW GP Ansor Jawa Tengah pun menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi antara pengurus wilayah dan pimpinan cabang se-Jawa Tengah.

Melalui tema “Khadimul Ummah: Transformasi Digital Menjaga Peradaban”, Ansor Jateng mendorong agar kaderisasi tidak berhenti pada penguatan internal organisasi. Kader juga dituntut hadir

Penulis: Mushonifin
Editor: Mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN UNTUKMU

TERKINI LAINNYA

Halaman 4 dari 4
← Sebelumnya 2 3 4