KABARSAHABAT.ID, SEMARANG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk mempromosikan produk UMKM, kuliner halal, seni, budaya hingga destinasi wisata kepada ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah.
Beragam side event MTQ Nasional XXXI disiapkan di sejumlah lokasi di Kota Semarang. Rangkaian kegiatan itu melibatkan pelaku UMKM, seniman, komunitas, hingga pengelola destinasi wisata dan budaya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kegiatan pendukung MTQ dirancang agar para kafilah dan tamu tidak hanya mengikuti rangkaian perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal Kota Semarang secara lebih utuh.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang membawa pulang pengalaman tentang kota ini. Mereka bisa mengenal karya pelaku UMKM, menikmati seni dan budaya, berkunjung ke destinasi wisata, sekaligus melihat bagaimana Kota Semarang merawat tradisinya,” ujar Agustina, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
45 UMKM Kuliner Ramaikan Pameran di Simpang Lima
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pameran ekonomi kreatif dan UMKM di Plaza Simpang Lima Semarang. Kegiatan tersebut berlangsung pada 12–18 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Sejumlah agenda akan digelar, antara lain Halal Food Festival, peragaan busana muslim, Pameran IKM Disperin Kota Semarang, serta Pameran Dekranas Kota Semarang.
Sebanyak 45 UMKM kuliner pilihan telah melewati proses kurasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Pameran ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, kafilah, maupun tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemkot Semarang berharap kehadiran para tamu MTQ dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan membangun jejaring usaha.
“MTQ ini mempertemukan banyak orang dari berbagai daerah dengan Kota Semarang. Kami ingin pertemuan itu juga mempertemukan mereka dengan produk-produk lokal kita. Jadi yang dibawa pulang dari Kota Semarang bukan hanya kenangan tentang MTQ, tetapi juga cerita tentang kuliner, karya, dan kreativitas warganya,” kata Agustina.
Kuliner Halal Jadi Bagian dari Promosi Wisata Semarang
Promosi kuliner lokal dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI juga berjalan beriringan dengan pengembangan Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman dan Sehat.
Saat ini, Kota Semarang telah memiliki sembilan lokasi Zona KHAS. Sementara itu, kawasan kuliner Simpang Lima tengah dalam proses pembentukan Zona KHAS untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan konsumen, meningkatkan higiene dan sanitasi, mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM, sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan pengembangan destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan muslim.
Pameran Kaligrafi Internasional hingga Festival Rebana
Tak hanya mengandalkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif, Semarang juga menampilkan kekayaan seni dan budaya dalam rangkaian side event MTQ Nasional XXXI.
Salah satunya melalui Pameran Kaligrafi Internasional yang menghadirkan 75 karya seniman dari 50 negara. Selain itu, terdapat pula 125 karya seniman dari 16 provinsi di Indonesia.
Festival Rebana Nasional dan berbagai ajang kreasi anak-anak turut melengkapi rangkaian kegiatan tersebut.
Agenda ini menjadi ruang pertemuan antara seni, kreativitas dan nilai-nilai keislaman yang sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya.
Kafilah Diajak Jelajahi Lawang Sewu hingga Kota Lama
Pengalaman para kafilah selama berada di Semarang juga akan dilengkapi dengan agenda City Tour yang berlangsung pada 15–19 September 2026.
Sejumlah destinasi ikonik yang masuk dalam agenda kunjungan antara lain Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, hingga Alun-Alun Kauman.
Melalui agenda tersebut, para tamu MTQ diajak melihat langsung jejak sejarah, keberagaman budaya, serta perkembangan kawasan wisata Kota Semarang.
Nuansa khas Semarang juga akan semakin terasa melalui Mini Dugderan, Kirab Dugder, dan Festival Kota Lama.
Berbagai agenda tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para kafilah sekaligus memperkenalkan tradisi dan kesenian khas Semarang kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Dengan banyaknya kegiatan yang tersebar di sejumlah lokasi, masyarakat maupun tamu MTQ dapat memilih agenda sesuai minat, mulai dari wisata religi, kuliner halal, pameran UMKM, seni, budaya hingga wisata sejarah.
Informasi mengenai jadwal lengkap, lokasi pameran, pertunjukan, serta berbagai side event MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang dapat diakses melalui laman resmi MTQ Nasional XXXI Kota Semarang. (*)