Pendidikan & Budaya

Anasom Buka Jalan bagi Pemimpin Baru, Konfercab NU Semarang Digelar Akhir November

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Anasom Buka Jalan bagi Pemimpin Baru, Konfercab NU Semarang Digelar Akhir November
Anasom Buka Jalan bagi Pemimpin Baru, Konfercab NU Semarang Digelar Akhir November

KABARSAHABAT.ID – Pergantian kepemimpinan di tubuh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang dipastikan menjadi agenda penting pada akhir November 2026. Ketua PCNU Kota Semarang, Dr. KH. Anasom, M.Hum., menegaskan tidak akan kembali mencalonkan diri dalam Konferensi Cabang (Konfercab) mendatang dan meminta seluruh jajaran organisasi bermusyawarah untuk menentukan pemimpin baru.

Keputusan Anasom tersebut memberi kesempatan kepada kader lain untuk mengambil peran strategis dalam mengarahkan perjalanan organisasi. Ia berharap proses pemilihan berlangsung dengan mengutamakan kepentingan NU serta mempertimbangkan kapasitas dan kesiapan calon dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

“Sudah saatnya saya tidak maju, tidak perlu lagi didorong untuk maju. Jadi Konfercab nanti saya tidak akan maju lagi, monggo silakan dirembuk dengan baik dan pilih yang terbaik,” kata Anasom kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, masa kepengurusan PCNU Kota Semarang berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 3793/PB.01/A.II.01.45/99/03/2025 sebenarnya berakhir pada 9 September 2026. Namun, pelaksanaan Konfercab mengalami penyesuaian setelah agenda Muktamar NU dipercepat dan dilaksanakan pada akhir Agustus 2026.

“Pertama yang perlu diketahui bahwa SK PCNU habis pada awal bulan September kemarin, tapi karena ada Muktamar maka kita diminta oleh PBNU untuk mundur,” ujarnya.

Bagi Anasom, pergantian kepemimpinan bukan hanya persoalan menentukan figur ketua baru. Proses tersebut juga menyangkut keberlanjutan program, penguatan kader, serta kemampuan pengurus berikutnya dalam mengelola berbagai potensi organisasi yang telah dibangun.

Sejumlah nama mulai muncul dalam pembicaraan mengenai kandidat ketua PCNU Kota Semarang. Mereka di antaranya Prof. Dr. Abdulrahman, Dr. In'amuzzahidin, Dr. Agus Fathuddin Yusuf, dan Dr. Iman Fadhilah.

Anasom menyambut baik munculnya sejumlah kandidat tersebut. Ia menilai pengalaman berorganisasi dan proses kaderisasi menjadi bekal penting bagi siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PCNU Kota Semarang.

Menurutnya, sebagian figur yang mulai diperbincangkan telah melewati proses kaderisasi melalui Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), maupun Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

“Memang ada nama-nama yang sudah beredar, mereka pada umumnya mengawali kaderisasi dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor,” ungkapnya.

Selain melalui organisasi badan otonom, PCNU Kota Semarang juga menjalankan kaderisasi formal secara rutin. Kegiatan tersebut dilengkapi sosialisasi empat pilar kebangsaan untuk memperluas wawasan kader dan memperkuat pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sudah rutin adakan kaderisasi dan sosialisasi empat pilar sebagai penunjang wawasan kebangsaan,” paparnya.

Dengan bekal tersebut, Anasom optimistis kader-kader NU di Kota Semarang memiliki peluang untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi. Ia menyerahkan proses penentuan calon kepada mekanisme musyawarah, termasuk keterlibatan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dari 16 kecamatan.

Tantangan Pemimpin Baru: Mengembangkan Aset dan Pendidikan NU

Di luar persoalan regenerasi, Anasom menitipkan sejumlah agenda yang perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. Pengembangan aset organisasi, optimalisasi fasilitas, serta peningkatan kualitas lembaga pendidikan menjadi pekerjaan yang menurutnya membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Selama masa kepengurusannya, PCNU Kota Semarang telah mengembangkan sejumlah fasilitas, di antaranya gedung PCNU di Puspogiwang, kompleks Aswaja NU Center, Pesantren KH. Sholeh Darat, dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) NU 01 Kota Semarang.

Ia berharap keberadaan aset tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada warga Nahdliyin.

Salah satu pekerjaan yang masih perlu ditindaklanjuti adalah pengembangan gedung PCNU di Puspogiwang. Anasom menjelaskan, terdapat tambahan bidang tanah ketika proses renovasi dan pembangunan ulang gedung berlangsung. Karena belum masuk dalam perencanaan awal, pengembangan lahan tersebut belum dapat direalisasikan.

“Dari sekian aset NU yang ada ini, kami tentunya berharap bisa terus berkembang. Seperti gedung PCNU di Puspogiwang ada susulan tanah saat renovasi pembangunan ulang. Ini belum bisa kita bangun karena di luar perencanaan yang kemarin,” jelasnya.

Sementara itu, kompleks Aswaja NU Center diharapkan semakin aktif digunakan untuk berbagai kegiatan. Kawasan tersebut saat ini juga telah memiliki Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), yang dapat mendukung kegiatan pemberdayaan dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Anasom menekankan bahwa pengembangan kawasan tersebut perlu memiliki sasaran yang jelas agar manfaatnya dapat diukur. Pengurus mendatang diharapkan mampu menyusun langkah lanjutan sekaligus memperluas pemanfaatan fasilitas yang tersedia.

Perhatian juga diarahkan pada penguatan lembaga pendidikan NU, khususnya MAK NU 01 Kota Semarang. Ia menyebut sekolah tersebut mulai berupaya meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik sehingga membutuhkan dukungan bersama untuk menjaga perkembangannya.

“Harapannya semua itu bisa disengkuyung bareng, usahakan semaksimal mungkin kemanfaatannya bagi NU dan warga NU,” tuturnya.

Anasom berharap Konfercab akhir November mendatang menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan program sekaligus menghadirkan terobosan baru. Dengan demikian, pergantian pengurus tidak sekadar menjadi pergiliran jabatan, tetapi juga momentum memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan memperluas manfaat NU bagi masyarakat Kota Semarang.


Penulis: Mushonifin
Editor: mushonifin

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 4 dari 19
← 3 4 5 →