KABARSAHABAT.ID — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah melontarkan desakan keras kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam menghadapi maraknya persoalan sosial dan pelanggaran hukum di Jawa Tengah.
Sedikitnya dua rekomendasi eksternal menjadi hasil Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II PW GP Ansor Jawa Tengah. Rekomendasi tersebut menyoroti aktivitas penambangan ilegal galian C, peredaran obat keras ilegal, serta judi online (judol) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Muskerwil II digelar di Hotel Sun Q Ta, Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026). Forum tersebut diikuti 32 Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Tengah bersama jajaran Pengurus Wilayah.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Sidqon Prabowo, mengatakan rekomendasi tersebut merupakan hasil usulan sejumlah PC yang kemudian disepakati peserta melalui rapat komisi dan pleno.
Salah satu sorotan paling keras diarahkan kepada aktivitas penambangan ilegal galian C yang masih ditemukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Ansor Jateng mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera menghentikan aktivitas tersebut. Selain diduga melanggar aturan, praktik penambangan ilegal dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.
"Aktivitas sudah jelas-jelas ada di depan mata kita. Selain merusak lingkungan juga ada pelanggaran hukum. Maka kami mendesak untuk segera ditindak tegas, atau kami bergerak," tegas Gus Sidqon.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh terus dibiarkan menjadi pemandangan biasa. Aparat diminta menunjukkan keberanian melakukan penindakan terhadap aktivitas yang telah nyata berada di lapangan.
Obat Keras Menyasar Remaja
Persoalan lain yang menjadi perhatian serius GP Ansor Jateng adalah peredaran obat-obatan ilegal dan obat keras golongan G.
Ansor menilai peredarannya semakin mengkhawatirkan karena tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga telah menjangkau kalangan remaja, termasuk anak usia sekolah.
Sejumlah obat yang disoroti antara lain Tramadol, Hecymer, Zolam, dan Tryex. Menurut Sidqon, obat-obatan tersebut relatif mudah ditemukan di sejumlah toko kosmetik ilegal, warung remang-remang hingga kawasan pinggiran desa.
Kondisi itu membuat pemberantasan tidak cukup dilakukan sebatas penindakan di tingkat pengecer.
"Kami mendesak aparat dan pihak terkait untuk memberantas dari hulu sampai hilir secepatnya," katanya.
GP Ansor Jateng meminta aparat membongkar rantai peredaran secara menyeluruh, termasuk pihak-pihak yang berada di balik distribusi obat keras ilegal.
Judol Jangan Cuma Diblokir
Judi online juga menjadi sasaran rekomendasi GP Ansor Jateng. Fenomena judol dinilai telah berkembang menjadi persoalan sosial yang serius dan membutuhkan tindakan lebih agresif.
Pemerintah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait didorong memperkuat pemberantasan judi online, termasuk mempercepat pemblokiran situs yang telah teridentifikasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta penyedia layanan internet juga diminta tidak berhenti pada pemblokiran domain. Pemantauan terhadap kemunculan domain baru maupun teknik pengalihan akses atau *re-routing* harus diperketat agar jaringan judi online tidak terus mencari celah.
Di sisi penegakan hukum, Polda Jawa Tengah dan jajaran aparat diminta memburu bukan hanya pemain, tetapi juga jaringan yang berada di belakang bisnis judi online.
Penindakan didorong menyasar pengembang, fasilitator rekening, hingga promotor judi online.
GP Ansor Jateng juga meminta koordinasi dengan jaringan pengaduan masyarakat diperkuat agar laporan mengenai aktivitas judi online dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
Bahkan, Ansor mengusulkan adanya sanksi berupa pencabutan bantuan sosial maupun bantuan pendidikan bagi warga yang rekeningnya terbukti digunakan dalam transaksi judi online.
Namun, usulan tersebut ditekankan harus diterapkan secara hati-hati setelah melalui proses verifikasi dan validasi faktual di lapangan.
Rekomendasi Segera Dikirim ke Instansi Terkait
Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Husein Ahmadi, memastikan rekomendasi hasil Muskerwil II tidak berhenti sebagai keputusan forum.
Surat resmi akan segera dikirim kepada instansi dan pihak terkait. Di internal organisasi, PW GP Ansor Jateng juga akan melakukan konsolidasi agar rekomendasi tersebut diterjemahkan menjadi langkah konkret.
"Surat resmi akan segera kami kirim ke pihak terkait. Sedangkan di internal, kami segera konsolidasikan ke bidang-bidang dan lembaga di PW GP Ansor Jawa Tengah untuk melakukan langkah konkret guna merealisasikan rekomendasi ini," ujar Husein.
Muskerwil II PW GP GP Ansor Jawa Tengah sebelumnya dibuka pada Sabtu (12/9/2026). Pembukaan dihadiri Bupati Tegal Ischak Maulana Rohma yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng, Ketua PWNU Jawa Tengah H Abdul Ghaffar Rozin, serta Wakil Ketua Umum PP GP Ansor Dwi Winarno.
Melalui rekomendasi tersebut, GP Ansor Jateng menegaskan bahwa persoalan galian C ilegal, peredaran obat keras, dan judi online tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Aparat dan pemerintah dituntut menunjukkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan dan pemblokiran administratif.
Berantas Galian C, Narkoba, dan Judol atau Kami Bergerak; Ini Ultimatum GP Ansor Jateng ke Aparat
Mungkin Anda Melewatkan Ini
MEWARISKAN NILAI-NILAI MAULID NABI MUHAMMAD SAW KEPADA GENERASI Z
PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang Masa Khidmat 2025/2026 Resmi Dilantik
Erick Estrada Tinjau Persiapan Film Pendek Pemasyarakatan di Lapas Semarang
Nama Anggota DPR Masuk Desil 4, Kok Bisa? Viral Eva Stevany Minta Penjelasan
Komentar
0 KomentarBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!