KABARSAHABAT— PMII Rayon Ekonomi Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) 2026 di SMA 16 Semarang pada 4–6 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh 190 peserta sebagai bagian dari proses pengenalan dan pembentukan kader baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
MAPABA 2026 mengangkat tema “Orkestra Kepemimpinan Masa Depan: Merajut Potensi Kader, Menggerakkan Peradaban Bangsa.” Tema tersebut menjadi landasan kegiatan untuk mendorong peserta agar tidak hanya mengenal PMII sebagai organisasi, tetapi juga memahami nilai, arah gerakan, serta pentingnya proses kaderisasi.
Pelaksanaan MAPABA dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan kader mahasiswa yang mampu berkembang melalui proses organisasi. PMII Rayon Ekonomi Islam memandang kaderisasi sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai potensi mahasiswa, sekaligus membangun keberanian untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman sekaligus pemahaman dasar mengenai PMII. Rangkaian kegiatan meliputi diskusi, penyampaian materi, forum kelompok, pentas seni, serta kegiatan lain yang menjadi bagian dari proses MAPABA.
Sejumlah materi diberikan kepada peserta sebagai bekal awal dalam memahami organisasi dan kehidupan sebagai mahasiswa. Materi yang disampaikan antara lain Aswaja, Sejarah dan Keorganisasian PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Gender dan KOPRI, Sejarah Gerakan Mahasiswa, serta Ideologi Ekonomi.
Ketua PMII Rayon Ekonomi Islam, Arya Raihan Habib Asshiddiqy, mengatakan bahwa MAPABA bukanlah akhir dari proses, melainkan menjadi awal bagi peserta untuk terus berkembang bersama organisasi.
“Intinya jangan takut untuk belajar, jangan takut untuk berproses, dan jangan takut untuk progres. Tidak harus langsung bisa semuanya, karena setiap kader memiliki prosesnya masing-masing. Yang penting mau belajar, mau bergerak, dan terus berkembang. Di PMII kita tidak bisa langsung menjadi hebat, akan tetapi di PMII kita belajar bersama, tumbuh bersama untuk nusa dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, proses kaderisasi tidak berhenti setelah MAPABA selesai. Peserta diharapkan dapat melanjutkan proses tersebut melalui kegiatan-kegiatan rayon maupun komisariat, sehingga pengalaman yang diperoleh selama MAPABA dapat diterapkan dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun sosial.
Ketua Panitia MAPABA 2026, M. Rizki Firdaus Mahbubi, menekankan pentingnya keaktifan peserta dalam menjalani proses di PMII. Menurutnya, banyak hal yang dapat diperoleh selama berproses di organisasi, tetapi semuanya kembali pada kemauan masing-masing kader untuk mencari dan mengembangkan diri.
“Ketika kalian di PMII cuma diam saja dan tidak mau mencari apa yang kalian inginkan, ya percuma saja. Di PMII kalian bisa mendapatkan banyak ilmu, tetapi kalau kalian cuma diam dan tidur, kalian tidak akan mendapatkan apa-apa. Jadi, harus mau bergerak, mencari pengalaman, dan aktif dalam setiap proses,” jelasnya.

Salah satu peserta MAPABA 2026, Noval Faris Fatihul Ihsan (2024), mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti kegiatan.
“Pengalaman saya menjadi almapaba adalah pengalaman yang berkesan karena saya dipercaya untuk mengemban amanah, membersamai teman-teman saya dalam mengurus organisasi ini, dan mengayomi teman-teman saya untuk terus berjalan maju,” katanya.
Ia berharap pengalaman selama MAPABA dapat menjadi langkah awal untuk terus belajar dan aktif mengikuti kegiatan organisasi. “Semoga setelah ini tidak berhenti sampai MAPABA saja, tetapi bisa terus mengikuti proses dan mendapatkan pengalaman baru,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisariat PMII UIN Walisongo Semarang, M. Yusrul Rizanul Muna. Dalam sambutannya, ia menyambut para peserta sebagai bagian dari keluarga besar PMII Walisongo sekaligus mendorong mahasiswa baru untuk memaksimalkan kesempatan berproses di dunia kampus dan organisasi.
“Selamat datang di kampus pergerakan tercinta, UIN Walisongo Semarang, dan bergabung di rumah besar pergerakan PMII Walisongo. Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan langka yang tidak semua orang bisa merasakan bangku perkuliahan. Jadi, sudah tepat ketika sahabat-sahabat mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis bergabung dan memaksimalkan semua potensi yang ada dalam PMII,” ujarnya.
Ia berharap proses kaderisasi di PMII dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, baik secara mental maupun intelektual.
“Dengan bergabung di PMII, saya harap sahabat-sahabat mampu menjadi calon generasi penerus bangsa dengan tempaan secara mental dan intelektual,” lanjutnya.
Dengan jumlah peserta yang mencapai 190 orang, MAPABA 2026 menjadi salah satu bagian penting dalam proses kaderisasi PMII Rayon Ekonomi Islam Komisariat Walisongo Semarang. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan sekitarnya.
MAPABA pada akhirnya menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal, memahami, dan menjalani proses sebagai kader PMII. Melalui proses yang berkelanjutan, kader diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, kritis, progresif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu mengambil peran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.