Sunday, 20 September 2026

Transportasi Publik Dinilai Jadi Penopang Ekonomi Warga di Selatan Solo Raya

Penulis: Mushonifin 10 September 2026, 09:15 WIB
Transportasi Publik Dinilai Jadi Penopang Ekonomi Warga di Selatan Solo Raya
Transportasi Publik Dinilai Jadi Penopang Ekonomi Warga di Selatan Solo Raya

KABARSAHABAT ID — Keberadaan transportasi publik di kawasan selatan aglomerasi Subosukawonosraten dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama pekerja dengan penghasilan setara upah minimum.

Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah, Anastasia Yulianti, mengatakan koridor Surakarta, Sukoharjo hingga Wonogiri bukan hanya menjadi jalur pergerakan masyarakat, tetapi juga telah berkembang sebagai kawasan ekonomi yang saling terhubung.

Menurutnya, konsentrasi penduduk di tiga wilayah tersebut cukup besar. Kota Surakarta dihuni sekitar 528 ribu jiwa, Kabupaten Sukoharjo sekitar 915 ribu jiwa, sedangkan Kabupaten Wonogiri mencapai sekitar 1,05 juta jiwa berdasarkan data BPS 2025.

"Artinya, ada hampir 2,5 juta penduduk yang aktivitas ekonominya saling berkaitan di kawasan selatan Solo Raya. Mobilitas mereka sangat beragam, mulai dari buruh pabrik, ASN, pedagang, mahasiswa hingga pekerja sektor formal dan informal," kata Anastasia.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap transportasi yang terjangkau menjadi semakin penting. Terlebih, tingkat upah minimum di ketiga daerah masih berada pada kisaran Rp2,1 juta hingga Rp2,4 juta per bulan.

Anastasia menilai biaya perjalanan harian dapat menjadi salah satu beban yang cukup besar bagi rumah tangga pekerja apabila seluruh mobilitas dilakukan menggunakan kendaraan pribadi.

Pengeluaran untuk bahan bakar, parkir, serta perawatan kendaraan, menurut dia, berpotensi mengambil porsi cukup besar dari pendapatan bulanan.

Karena itu, kehadiran Trans Jateng Koridor Solo–Wonogiri dan KA Perintis Batara Kresna dinilai tidak sebatas menyediakan pilihan perjalanan, tetapi juga membantu menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan lainnya.

Permintaan Angkutan Umum Cukup Tinggi

Tingginya kebutuhan terhadap transportasi umum di koridor tersebut tercermin dari jumlah penumpang sepanjang 2025.

Trans Jateng Koridor Solo–Wonogiri tercatat mengangkut sekitar 1,54 juta penumpang dengan capaian load factor 110 persen. Sementara KA Perintis Batara Kresna melayani sekitar 353 ribu penumpang dalam periode yang sama.

Dengan demikian, kedua moda tersebut secara kumulatif melayani hampir 1,9 juta perjalanan penumpang selama setahun.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memang membutuhkan transportasi umum massal yang terjangkau dan dapat diandalkan. Jadi, jangan melihat kedua moda ini hanya dari sisi jumlah penumpangnya, tetapi juga dari manfaat ekonominya bagi masyarakat," ujar Anastasia.

Ia menambahkan, karakter Trans Jateng dan Batara Kresna sebenarnya berbeda sehingga tidak semestinya dipandang sebagai moda yang saling bersaing.

Trans Jateng memiliki keunggulan dalam fleksibilitas karena melayani banyak titik pemberhentian di sepanjang koridor jalan raya. Layanan ini lebih sesuai untuk kebutuhan perjalanan rutin seperti buruh, pelajar, mahasiswa, ASN maupun masyarakat yang melakukan aktivitas harian.

Sementara itu, KA Batara Kresna menawarkan kepastian perjalanan berbasis rel yang tidak terpengaruh kepadatan lalu lintas jalan raya. Moda tersebut dapat menjadi pilihan bagi penumpang yang melakukan perjalanan langsung dari Solo menuju Wonogiri maupun sebaliknya.

Tarif yang relatif murah juga menjadi salah satu faktor penting. Trans Jateng mematok tarif Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp1.000 untuk kelompok tertentu seperti buruh dan pelajar. Sedangkan Batara Kresna menerapkan tarif perintis sebesar Rp4.000 per perjalanan.

Dua Moda Bisa Saling Melengkapi

Anastasia berpandangan, potensi terbesar justru terletak pada integrasi kedua moda tersebut.

Trans Jateng dapat menjadi tulang punggung mobilitas harian, sementara Batara Kresna dapat berfungsi sebagai moda perjalanan langsung yang menawarkan kepastian waktu tempuh sekaligus menjadi bagian dari konektivitas wisata.

"Kalau dikelola secara terpadu, Trans Jateng dan Batara Kresna bukan saling mematikan. Justru bisa saling mengisi karena karakter pelayanannya berbeda," jelasnya.

Ia mengusulkan adanya penguatan integrasi di sejumlah titik yang menjadi persinggungan kedua moda, khususnya Stasiun Wonogiri, Stasiun Sukoharjo dan kawasan Pasar Nguter.

Di Stasiun Wonogiri, misalnya, koneksi langsung antara halte Trans Jateng dengan kawasan stasiun akan memudahkan penumpang kereta melanjutkan perjalanan menuju berbagai wilayah di sekitar Wonogiri.

Sementara Stasiun Sukoharjo dapat dikembangkan sebagai titik perpindahan moda bagi masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan kereta ataupun bus.

Adapun kawasan Pasar Nguter dinilai memiliki potensi besar karena berada di sekitar kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Yang perlu dipikirkan bukan hanya bagaimana menyediakan bus dan kereta, tetapi bagaimana penumpang bisa berpindah moda dengan mudah, aman, nyaman dan tidak harus menunggu terlalu lama," katanya.

Jadwal Perlu Diselaraskan

Selain integrasi fisik, menurut Anastasia, sinkronisasi jadwal menjadi pekerjaan penting berikutnya.

Dengan jam layanan Trans Jateng yang relatif panjang dan interval keberangkatan yang cukup rapat, layanan bus sebenarnya dapat diselaraskan dengan jadwal keberangkatan maupun kedatangan Batara Kresna.

Konsep timed transfer atau perpindahan moda yang terjadwal dapat diterapkan di simpul-simpul utama. Dengan demikian, kedatangan bus dan kereta dapat diatur agar penumpang tidak menghadapi waktu tunggu yang terlalu lama.

"Kalau kereta tiba, bus sudah siap. Begitu juga sebaliknya. Sederhana, tetapi dampaknya besar terhadap pengalaman masyarakat menggunakan transportasi publik," tutur Anastasia.

Menurutnya, integrasi semacam ini juga dapat memperluas manfaat transportasi publik hingga ke wilayah yang tidak terjangkau langsung oleh jalur kereta.

Pada akhir pekan, misalnya, Batara Kresna dapat mendukung pergerakan wisatawan menuju Wonogiri, kemudian Trans Jateng melanjutkan distribusi penumpang menuju kawasan atau destinasi yang berada di luar jangkauan rel.

Menekan Biaya Mobilitas

Lebih jauh, Anastasia menilai transportasi publik yang murah memiliki dampak langsung terhadap perekonomian keluarga.

Ketika biaya perjalanan dapat ditekan, pendapatan pekerja yang sebelumnya terserap untuk kebutuhan transportasi dapat dialihkan untuk kebutuhan lain seperti makanan, pendidikan, kesehatan maupun belanja di pasar lokal.

Di sisi lain, semakin banyak masyarakat yang beralih ke angkutan umum juga berpotensi mengurangi jumlah kendaraan pribadi di ruas Solo–Sukoharjo–Wonogiri.

Hal tersebut penting mengingat jalur tersebut menjadi pertemuan antara kendaraan industri, bus antarkota dan kendaraan pribadi masyarakat yang melakukan perjalanan setiap hari.

"Transportasi publik pada akhirnya bukan hanya persoalan memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Ada aspek ekonomi, keselamatan, pemerataan akses dan kualitas hidup masyarakat di dalamnya," kata Anastasia.

Ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dapat memperkuat kolaborasi lintas moda sehingga keberadaan Trans Jateng dan Batara Kresna semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, konektivitas yang baik antara Surakarta, Sukoharjo dan Wonogiri akan memperkuat hubungan antara pusat pendidikan, kawasan industri, permukiman, pusat perdagangan hingga destinasi wisata.

"Kalau transportasi publiknya terintegrasi, masyarakat tidak harus tinggal dekat dengan tempat kerja atau pusat aktivitas. Mereka bisa tetap tinggal di daerah asal dengan biaya mobilitas yang terjangkau. Ini yang kemudian bisa menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata," pungkasnya.

Penulis: Mushonifin
Editor: Mushonifin

Kategori Terkait:

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN UNTUKMU

TERKINI LAINNYA

Halaman 4 dari 4
← Sebelumnya 2 3 4