Tokoh

Kader PMII UIN Walisongo Bangun Ekosistem Publikasi Ilmiah dari Banyuasin

Penulis: Mushonifin
Bagikan
Abdillah Nurul Bahri, kader PMII UIN Walisongo, yang memilih menekuni dunia akademik sekaligus membangun usaha di bidang penerbitan dan publikasi ilmiah.
Abdillah Nurul Bahri, kader PMII UIN Walisongo, yang memilih menekuni dunia akademik sekaligus membangun usaha di bidang penerbitan dan publikasi ilmiah.

 KABARSAHABAT.ID – Dunia akademik dan kewirausahaan tidak selalu harus ditempatkan sebagai dua pilihan yang terpisah. Hal itu coba dibuktikan Abdillah Nurul Bahri, kader PMII UIN Walisongo, yang memilih menekuni dunia akademik sekaligus membangun usaha di bidang penerbitan dan publikasi ilmiah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pendirian CV BAKOH Academy and Research yang bergerak dalam publikasi ilmiah, penerbitan akademik, pengelolaan jurnal, penelitian dan pengembangan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan akademik.

Abdillah mengatakan, gagasan membangun lembaga tersebut berangkat dari ketertarikannya terhadap penelitian, publikasi ilmiah, ekonomi, dan pengembangan pengetahuan.

Menurutnya, hasil penelitian membutuhkan ruang untuk disebarluaskan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Karena itu, ia ingin menjadikan BAKOH sebagai penghubung antara kegiatan riset, publikasi, dan pengembangan akademik.

“Saya melihat bahwa dunia akademik dan dunia usaha tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Penelitian menghasilkan pengetahuan, sementara publikasi menjadi salah satu sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut,” ujar Abdillah dalam keterangannya.

Ia menambahkan, BAKOH tidak diarahkan semata-mata sebagai badan usaha penerbitan. Lembaga tersebut dikembangkan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, peneliti, perguruan tinggi, lembaga penelitian, editor, reviewer, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kembangkan Rumah Jurnal

Salah satu fokus pengembangan BAKOH Academy and Research adalah Rumah Jurnal BAKOH Academy and Research. Pengembangan rumah jurnal tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Institut Agama Islam Nusantara Ash-Shiddiqiyah.

Rumah jurnal ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola dan pengembangan jurnal ilmiah sekaligus menjadi wadah diseminasi hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu.

Tidak hanya berorientasi pada penerbitan artikel, pengelolaan jurnal juga mencakup peningkatan kualitas editorial, profesionalisme pengelola, penguatan proses peer review, jejaring reviewer dan editor, hingga pengembangan sistem publikasi berbasis digital.

Saat ini terdapat 10 jurnal yang dikembangkan dalam berbagai rumpun keilmuan.

Di bidang pendidikan terdapat Lumina: Journal of Education and Learning Innovation. Bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen dikembangkan melalui Artha: Journal of Economics, Business and Management.

Sementara bidang sosial, humaniora, dan hukum hadir melalui Samasta: Journal of Social Sciences, Humanities and Law. Untuk pendidikan sains terdapat Nalisya: Journal of Science Education and Humaniora.

Rumpun pendidikan Islam dikembangkan melalui Taqrib: Journal of Islamic Education Studies, sedangkan kajian Al-Qur'an dan Hadis melalui Annur: Journal of Qur'anic and Hadith Studies.

Selain itu terdapat Al-Bahr: Journal of Sharia Economics and Islamic Finance yang berfokus pada ekonomi dan keuangan syariah serta Al-Husna: Journal of Islamic Law and Society untuk bidang hukum Islam.

Dua jurnal lainnya adalah Urip: Journal of Islamic Thought and Civilization yang mengkaji pemikiran Islam dan Makrifat: Journal of Islamic Studies yang memiliki cakupan studi Islam secara lebih luas.

Keberadaan jurnal-jurnal tersebut menjadi bagian dari upaya BAKOH membangun wadah publikasi dengan cakupan multidisipliner.

Dorong Profesionalisme Publikasi

Abdillah menilai perkembangan publikasi ilmiah di Indonesia membutuhkan tata kelola yang semakin profesional. Menurutnya, penerbitan jurnal tidak sebatas mempublikasikan artikel, tetapi juga berkaitan dengan kualitas editorial, proses telaah sejawat, etika publikasi, digitalisasi, hingga keberlanjutan lembaga penerbit.

Atas dasar itu, CV BAKOH Academy and Research mengusung motto “Advancing Knowledge Through Research and Publication.”

Motto tersebut menjadi gambaran arah lembaga untuk mendorong pengembangan pengetahuan melalui penelitian dan publikasi.

Integritas akademik juga menjadi perhatian dalam pengembangan lembaga. Abdillah menekankan pentingnya kualitas penelitian, etika akademik, transparansi proses editorial, serta kontribusi publikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya perusahaan penerbitan, tetapi sebuah ekosistem. Kami ingin BAKOH menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, editor, reviewer, dan berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan,” katanya.

Tak Berhenti pada Pengelolaan Jurnal

Selain jurnal ilmiah, BAKOH Academy and Research juga mengembangkan sejumlah kegiatan dan layanan akademik lainnya.

Di antaranya penerbitan buku akademik, prosiding, penelitian dan pengembangan, forum akademik, seminar, workshop, konferensi, serta layanan komunikasi dan publikasi kelembagaan.

Bidang penelitian yang dikembangkan meliputi ilmu sosial, ekonomi dan bisnis, pendidikan, manajemen, humaniora, studi agama dan kebudayaan, serta kajian multidisipliner.

Melalui cakupan tersebut, BAKOH diarahkan menjadi mitra bagi perguruan tinggi, akademisi, peneliti, lembaga penelitian, pemerintah, organisasi profesi hingga sektor industri dalam kegiatan penelitian dan diseminasi pengetahuan.

Dibangun dari Banyuasin

Pengembangan lembaga tersebut menarik perhatian karena dilakukan dari Pangkalan Gelebak, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Abdillah ingin membuktikan bahwa pengembangan institusi akademik dan publikasi ilmiah tidak harus selalu berpusat di kota-kota besar.

Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang bagi lembaga yang tumbuh dari daerah untuk membangun jaringan kolaborasi dengan akademisi dan peneliti dari berbagai wilayah.

Ke depan, BAKOH Academy and Research menargetkan penguatan jejaring nasional dan internasional, peningkatan tata kelola jurnal, digitalisasi sistem publikasi, pengembangan kolaborasi penelitian, serta perluasan penerbitan akademik.

Pilihan Abdillah menggabungkan aktivitas akademik dengan kewirausahaan sekaligus menunjukkan upaya membangun ruang baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Dari Banyuasin, ia mencoba mengembangkan sebuah ekosistem yang mempertemukan penelitian, publikasi, pendidikan, dan kewirausahaan dalam satu ruang kolaborasi.

Penulis: Mushonifin
Editor: Mushonifin

Kanal terkait

Komentar

0 Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

Halaman 4 dari 19
← 3 4 5 →